Situs Portal Berita Stiperamuntai – 06 April 2026 | Pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Pope Leo XIV, menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk mengutamakan perdamaian dibandingkan konflik bersenjata. Dalam pesan Urbi et Orbi pada perayaan Paskah di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Paus Leo mendesak agar kekuasaan tidak digunakan untuk melancarkan perang.
Latar Belakang
Perang dan konflik telah menjadi isu global yang sangat penting dalam beberapa tahun terakhir. Banyak negara terlibat dalam konflik, baik secara langsung maupun tidak langsung, dan dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat sipil. Paus Leo XIV, sebagai pemimpin spiritual bagi umat Katolik di seluruh dunia, memiliki peran penting dalam mempromosikan perdamaian dan membangun kesadaran akan pentingnya menghindari kekerasan.
Seruan Perdamaian
“Biarlah mereka yang memiliki senjata meletakkannya!” seru Paus Leo XIV. Ia menegaskan bahwa perdamaian sejati tidak dapat dipaksakan dengan kekerasan, melainkan harus dibangun melalui dialog dan sikap saling merangkul, bukan dominasi. Paus juga memperingatkan bahwa dunia saat ini semakin terbiasa dengan kekerasan, sehingga memicu sikap acuh tak acuh terhadap penderitaan manusia.
Globalisasi Ketidakpedulian
Paus Leo XIV mengutip pernyataan mendiang Pope Francis mengenai “globalisasi ketidakpedulian”, yang dinilai semakin mengkhawatirkan. “Kita tidak bisa terus acuh tak acuh! Kita tidak bisa pasrah pada kejahatan!” tegasnya. Ia menekankan bahwa makna kedamaian Paskah bukan hanya berhentinya perang, tetapi juga kedamaian batin yang mampu mengubah hati manusia.
Tindak Lanjut
Sebagai tindak lanjut, Paus Leo mengumumkan akan memimpin doa bersama untuk perdamaian pada 11 April di Basilika Santo Petrus. Dalam pesannya, ia menekankan bahwa umat harus meneladani ajaran Yesus dengan mengedepankan kasih, pengampunan, dan tanpa kekerasan. Pernyataan Paus Leo ini juga dinilai relevan dengan meningkatnya ketegangan global, termasuk konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Sebagai Paus pertama asal Amerika Serikat, Paus Leo XIV diketahui konsisten menyerukan pentingnya dialog sebagai jalan utama menuju perdamaian dunia. Ia berharap bahwa dengan seruan perdamaian ini, dunia dapat menuju ke arah yang lebih damai dan harmonis. Dengan demikian, umat manusia dapat hidup dengan lebih baik dan lebih damai, tanpa harus takut akan kekerasan dan konflik. Mengajarkan Makna Berkurban kepada Anak saat Idul Adha Biaya Haji 2026 Turun Rp 2 Juta, Pemerintah Pastikan Jema… Pengamanan Paskah Nasional di Manado: 1.216 Personel Gabu… Kemenhaj Luncurkan 'Haji Store' dan Percepat Distribusi K… Kemenhaj Dukung Fasilitasi Tata Kelola Dam oleh BAZNAS Sejarah Iduladha dan Kisah Nabi Ibrahim: Fondasi Utama Ib… PPIH Arab Saudi Siap Sambut Jemaah Haji Indonesia Kloter … Halal Bihalal IKA PMII Perkuat Konsolidasi Alumni Kemenag Bantah Kabar Pemerintah Akan Kelola Dana Kas Masjid Taj Yasin Lepas JCH Kloter I dari Embarkasi Solo Pertamina Siapkan 9.286 Kiloliter Avtur untuk 232 Kloter … PBNU Matangkan Persiapan Muktamar ke-35 NU pada Agustus 2026 Kemenhaj Siapkan Pengamanan Jemaah Salat Jumat di Nabawi Idul Adha 2026: Persiapan dan Tradisi di Indonesia
Leave a Reply