Situs Portal Berita Stiperamuntai – 05 April 2026 | Bulog optimistis bahwa target penyerapan gabah dan beras petani sebanyak 4 juta ton pada 2026 dapat tercapai melalui kolaborasi lintas sektor.
Target Penyerapan
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan bahwa target penyerapan gabah dan beras petani sebanyak 4 juta ton pada 2026 dapat tercapai melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut disampaikan saat panen raya musim tanam pertama di Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Sabtu (4/4).
Capaian Positif
Bulog juga mencatat capaian positif dengan stok cadangan beras nasional yang telah mencapai 4,4 juta ton per 3 April 2026. Angka ini dinilai menjadi fondasi kuat dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
“Ini merupakan capaian yang membanggakan. Dengan stok tersebut, kita optimistis swasembada pangan 2026 bisa terwujud,” kata Rizal.
Harga Gabah Petani
Selain fokus pada penyerapan, Bulog juga memastikan harga gabah petani tetap sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Bahkan, di wilayah Ngawi, harga gabah dilaporkan berada di atas HPP, yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyerapan beras tidak hanya menjaga cadangan beras pemerintah (CBP), tetapi juga memastikan keberlanjutan produksi dan stabilitas pendapatan petani.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Bulog optimistis target penyerapan beras tahun 2026 dapat tercapai sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
| Tahun | Target Penyerapan | Stok Cadangan Beras |
|---|---|---|
| 2026 | 4 juta ton | 4,4 juta ton |
Target penyerapan beras yang tinggi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan demikian, Bulog optimistis bahwa target penyerapan beras tahun 2026 dapat tercapai dan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ekspansi Kredit Dongkrak Kinerja Bank Mandiri Batola Dorong Hilirisasi Nanas Jadi Produk Bernilai Tinggi Rupiah Melemah, Dolar AS Menguat: Apa yang Terjadi di Pas… Saham Terkonsentrasi Tinggi: Apa yang Terjadi dengan BREN… Saham Bumi Resources Melonjak, Apa yang Mendorong Kenaika… Peringatan Hari Nelayan: Riyono Minta Negara Hadir Melind… PHR Incar 11,3 Miliar Barel Minyak dari Migas Non-Konvens… BI Bali Dampingi UMKM Adopsi Digital untuk Perluas Akses … Nilai Ekspor Durian Parigi Moutong ke Tiongkok Setahun Bi… Alamtri Resources Indonesia (ADRO) Bakal Tebar Dividen US… BPOM: Sinergi Sensus Ekonomi 2026 Genjot Mutu Data Sektor… Berita Terkini: Biodiesel B50, Sepak Bola, dan Berita Lai… Saham BBRI Mengalami Badai, Apa yang Terjadi? Indeks LQ45: Tinjauan Terbaru dan Pengaruhnya terhadap Ek… Menteri Rosan Umumkan Realisasi Investasi Hilirisasi Tumb… Dollar AS dan Dampaknya Terhadap Ekonomi Indonesia: Sebua…
Leave a Reply