Situs Portal Berita Stiperamuntai – 13 Mei 2026 | Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan total realisasi investasi hilirisasi pada periode Triwulan I 2026 sebesar Rp147,5 triliun. Tumbuh 8,2% dibanding triwulan I 2025 yang sebesar Rp136,3 triliun. Investasi di bidang hilirisasi mencapai 29,6% dari total realisasi investasi sepanjang Triwulan I 2026 sebesar Rp498,8 triliun.
Latar Belakang Investasi Hilirisasi
Perincian Investasi Hilirisasi
Rincian dari investasi hilirisasi mineral adalah sebagai berikut: nikel Rp41,5 triliun, tembaga Rp20,7 triliun, besi baja Rp17,0 triliun, bauksit Rp13,7 triliun, timah Rp2,5 triliun, lainnya Rp2,9 triliun. Lalu, hilirisasi perkebunan dan kehutanan sebesar Rp29,8 triliun dengan rincian kelapa sawit Rp18,3 triliun, kayu log Rp7,0 triliun, karet Rp2,4 triliun, lainnya Rp2,1 triliun.
Investasi Hilirisasi Lainnya
Kemudian, hilirisasi minyak dan gas bumi (migas) Rp17,7 triliun, terdiri dari minyak bumi Rp13,6 triliun serta gas bumi Rp4,1 triliun. Adapun hilirisasi perikanan dan kelautan sebesar Rp1,7 triliun dengan komoditas garam, ikan TCT (tuna, cakalang, tongkol), udang, rumput laut, rajungan, tilapia.
Mayoritas realisasi investasi hilirisasi berlokasi di luar Jawa, yakni 75,5% atau Rp 111,4 triliun. Terbesar di Sulawesi Tenggara (Sulteng) Rp 24,1 triliun, Maluku Utara (Malut) Rp 18,6 triliun, Jawa Barat Rp 13,0 triliun, Nusa Tenggara Barat (NTB) Rp 12,9 triliun, dan Kepulauan Riau Rp 9,6 triliun.
Investasi di sektor hilirisasi ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, pemerintah berharap dapat meningkatkan investasi di sektor hilirisasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Leave a Reply