Pendahuluan
Situs Portal Berita Stiperamuntai – 11 Mei 2026 | Pelaksanaan salat Jumat perdana di Masjid Nabawi merupakan momen yang sangat dinantikan oleh jemaah. Oleh karena itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) merilis panduan edukatif demi tercapainya target Tri Sukses Haji. Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Khalilurrahman membagikan sejumlah langkah antisipatif agar jemaah dapat beribadah dengan tenang, aman, dan mabrur.
Manajemen Waktu
Manajemen waktu menjadi kunci utama agar jemaah bisa beribadah di dalam area utama masjid yang sangat padat. Menurut Khalilurrahman, jemaah disarankan untuk berangkat ke masjid pada pukul 10 pagi karena Masjid Nabawi sudah penuh pada pukul 11 pagi. Persiapan bersuci juga disarankan dilakukan sebelum jemaah meninggalkan pemondokan masing-masing.
Persiapan Fisik
Terkait cuaca panas, jemaah diwajibkan membawa perlengkapan khusus agar terhindar dari dampak buruk sinar matahari. Perlengkapan tersebut antara lain payung, masker, semprotan, minuman, dan sandal. Cara minum yang benar juga diedukasikan untuk mencegah dehidrasi sekaligus menahan keinginan buang air kecil. Jemaah disarankan untuk minum air secara berkala dengan jumlah yang tidak terlalu banyak.
Keamanan dan Keselamatan
Keamanan alas kaki menjadi perhatian serius agar kasus kaki jemaah melepuh di tahun-tahun sebelumnya tidak terulang. Jemaah disarankan untuk tidak meletakkan sandal di loker-loker penitipan sandal. Jika jemaah telanjur kehilangan sandal, solusi resmi telah disiapkan oleh petugas di sekitar masjid. Pergerakan secara rombongan sangat dianjurkan demi keselamatan jemaah selama berada di keramaian.
Layanan Khusus
Bagi jemaah dengan keterbatasan fisik, layanan khusus senantiasa siaga memberikan bantuan mobilitas. Jemaah disabilitas atau lansia memang membutuhkan bantuan untuk berangkat dari hotel menuju Masjid Nabawi dengan kursi roda. Sementara itu, lansia berisiko tinggi disarankan untuk beribadah di hotel tetap sah dan sangat dianjurkan demi menjaga keselamatan jiwa.
Jemaah tidak perlu ragu meminta bantuan kepada para petugas resmi yang siaga penuh di lapangan. Petugas sendiri telah diinstruksikan untuk selalu siaga melakukan pemantauan dan penyisiran. Semua petugas dipastikan mudah dikenali karena diwajibkan memakai seragam resmi Kemenhaj selama bertugas. Pelepasan PPIH Daker Makkah: Amanah Negara dan Kemanusiaan
Leave a Reply