Situs Portal Berita Stiperamuntai – 22 April 2026 | Putaran pertama Women’s Pro Futsal League (WPFL) 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (20/4/2026), menjadi panggung pembuktian tim-tim mapan. Hari pembuka ini sekaligus memberikan pelajaran berharga bagi dua tim promosi yang langsung dipaksa menyerah oleh ketatnya standar kompetisi kasta tertinggi.
Debut Pahit Tim Promosi
Dua tim pendatang baru, Mojang Bandung Bedas (MBB) dan F45T Angel Semarang (FAS), gagal menciptakan kejutan di laga perdana mereka. MBB harus mengakui keunggulan NAM ABP Women dengan skor telak 1-4, sementara FAS ditekuk Kuda Laut Nusantara Angels 1-3.
Hasil ini memperlihatkan adanya jurang pengalaman yang cukup lebar antara kontestan baru dengan tim yang sudah lama bercokol di liga profesional.
Dominasi MSP FC di Puncak
MSP FC mencatatkan kemenangan paling mencolok pada hari pertama dengan melibas Kebumen United Angels 6-1. Kemenangan dengan margin lima gol ini tidak hanya menempatkan mereka di posisi atas, tetapi juga menjadi sinyal peringatan akan dominasi kekuatan musim ini.
Dalam laga ini, bintang MSP FC, Siti Latipah Nurul Inayah, mencatatkan diri sebagai salah satu pencetak dua gol (brace) pertama musim ini bersama kapten NAM ABP Women, Suciana Yuliani.
Tensi Tinggi Minim Gol
Meski total tercipta 16 gol dari empat pertandingan, laga antara Netic Ladies (NTC) melawan Dragon Kuning Ladies (DRK) justru menjadi anomali. Pertandingan ini berakhir imbang 0-0, namun menjadi laga paling “keras” sepanjang hari pertama. Wasit terpaksa mengeluarkan lima kartu kuning karena permainan fisik yang cenderung kasar, menandakan tingginya tensi persaingan meski produktivitas kedua tim buntu.
Evaluasi Pertahanan
Rata-rata empat gol per pertandingan di hari pertama menjadi catatan bagi tim pelatih untuk membenahi sektor pertahanan. Terlalu mudahnya gawang tim promosi dan Kebumen United Angels dijebol menunjukkan organisasi pertahanan yang belum solid di awal musim. Hal ini dikhawatirkan akan membuat liga berjalan tidak seimbang jika tim papan bawah tidak segera melakukan pembenahan taktis.
WPFL 2026 masih akan berlanjut dengan pertandingan-pertandingan seru dan menarik. Apakah tim mapan akan terus mendominasi, ataukah tim promosi akan bangkit dan menciptakan kejutan? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Leave a Reply