Suka Bikin Film Horor, Jeropoint Ternyata Takut Nonton Film Seram

Suka Bikin Film Horor, Jeropoint Ternyata Takut Nonton Film Seram
Suka Bikin Film Horor, Jeropoint Ternyata Takut Nonton Film Seram

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 13 Mei 2026 | Dee Company resmi menggelar Press Conference untuk film terbarunya yang berjudul Tumbal Proyek di Metropole XXI, Jakarta Pusat. Di balik antusiasme terhadap karya terbaru ini, muncul sebuah fakta unik mengenai sang sutradara. Jeropoint yang dikenal suka bikin film horor, ternyata takut ketika nonton film seram di kehidupan sehari-harinya.

Alasan Jeropoint Memilih Genre Horor Meski Penakut

Dalam sesi tanya jawab, Jeropoint menjelaskan bahwa pilihannya untuk terus berkutat dengan genre horor bukanlah didasari oleh obsesi pribadi. Ia mengakui bahwa permintaan pasar atau demand masyarakat Indonesia terhadap film horor sangatlah tinggi, dan hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya sebagai sineas.

Jeropoint juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kegemaran khusus terhadap hal-hal mistis secara personal. Ia bahkan secara berkelakar menyebutkan bahwa sang istri adalah saksi hidup betapa dirinya sering kali menutup mata saat harus menonton adegan menyeramkan di layar lebar.

Sinopsis Cerita Tumbal Proyek

Film Tumbal Proyek sendiri mengangkat isu yang cukup sensitif, yakni dugaan tumbal dalam sebuah proyek pembangunan besar. Cerita ini diduga kuat terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi di perbatasan Surabaya-Madura.

Karakter utama, Yuda, merasa ada yang tidak beres dengan kematian ayahnya di lokasi proyek tersebut. Yuda memutuskan untuk menyusup ke dalam proyek ambisius tersebut dengan terjun langsung sebagai pekerja di sana. Misi Yuda hanya satu, yakni membuktikan bahwa desas-desus mengenai tumbal proyek itu nyata adanya.

Treatment Penyutradaraan Jeropoint di Film Terbarunya

Tumbal Proyek merupakan film horor kesekian bagi Jeropoint. Rekam jejaknya sebelumnya mencakup judul-judul seperti Perewangan, Pembantaian Dukun Santet, Dia Bukan Ibu, hingga Getih Ireng.

Jeropoint dikenal memiliki treatment penyutradaraan yang unik. Hal ini terungkap dari testimoni para pemeran yang hadir di Metropole XXI, yang menyebutkan bahwa sang sutradara memiliki cara tersendiri dalam mengarahkan emosi tanpa harus menciptakan suasana mencekam yang berlebihan di lokasi set, malah justru lingkungan di lokasi shooting terasa menyenangkan.

Dheeraj Kalwani selaku produser dari Dee Company memberikan kepercayaan penuh kepada Jeropoint untuk mengemas kisah ini. Fokus utama penyutradaraan kali ini lebih ditekankan pada ketegangan psikologis dan dengan lapisan drama keluarga.

Jadwal rilis ‘Tumbal Proyek’ telah ditetapkan pada 13 Mei 2026. Penonton bisa merasakan secara langsung kisah Yuda dan perjuangannya serta ketegangan yang dialaminya nanti. The Weeknd Jakarta 2026: Informasi Terbaru Konser, Harga …

About Marcos Méndez 388 Articles
Dari Semarang, kota yang penuh dengan cerita, Marcos Méndez memulai petualangannya di dunia penulisan sejak 2014, sering membawanya keliling Indonesia untuk menyajikan liputan yang menarik. Sebagai seorang tech enthusiast, ia selalu menggabungkan teknologi dengan passionnya pada buku sejarah, menciptakan perspektif unik dalam setiap tulisannya. Dalam perjalanan karirnya, Marcos Méndez terus mengeksplorasi dan mencari inspirasi baru, membentuknya menjadi penulis yang dinamis dan kreatif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*