Sebutir Benih, Dapat Mengubah Banyak Hal

Sebutir Benih, Dapat Mengubah Banyak Hal
Sebutir Benih, Dapat Mengubah Banyak Hal

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 17 Mei 2026 | Sebutir padi bisa menyelamatkan sebuah negara, tapi juga bisa menjatuhkannya. Perkataan Bapak Yuan Longping ini mengungkapkan betapa pentingnya pangan bagi suatu negara.

Pentingnya Pangan

Di Indonesia, orang sering berkata, “Belum makan kalau belum makan nasi.” Di Tiongkok, nasi juga menjadi makanan pokok di meja makan. Sebutir beras menghubungkan kebutuhan pokok dua negara berpenduduk besar.

Namun, untuk bisa kenyang tidak pernah semudah itu. Tiongkok, sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia, pernah mengalami pahitnya kelaparan. Agar rakyatnya tidak kelaparan, Tiongkok memulai perjalanan yang berat—memperbaiki benih, membangun irigasi, mengendalikan hama dan penyakit, berbagai langkah dilakukan di sawah dan ladang.

Peran Ilmuwan

Di tengah perjalanan itu, ada seorang ilmuwan yang mendedikasikan hidupnya untuk sawah, dialah Yuan Longping. Padi hibrida ciptaannya melipatgandakan hasil panen per hektar, membuat rakyat Tiongkok bisa memegang erat mangkuk makan mereka sendiri.

Setelah keberhasilan padi hibrida, Tiongkok mulai mempromosikan teknologi ini ke negara-negara lain, membantu lebih banyak tempat mengatasi kekurangan pangan. Indonesia menjadi mitra penting dalam kerja sama ini.

Kerja Sama Indonesia-Tiongkok

Namun kerja sama lahir dari kebutuhan. Setelah tahun 1990-an, seiring dengan pertumbuhan penduduk dan percepatan industrialisasi, banyak lahan pertanian di Indonesia dialihfungsikan. Negara yang pernah swasembada beras ini kembali menjadi pengimpor beras.

Di Pulau Kalimantan, petani Muzani dan keluarganya menggantungkan hidup pada bertani. Pada tahun 1999, sawahnya hanya menghasilkan 1,8 ton per hektar. Benih tidak bagus, tidak mengerti teknologi, hidup pas-pasan. Dia tidak tahu, tanah ini sebenarnya bisa memberi lebih.

Pada bulan Desember 2008, Tiongkok dan Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama teknis padi hibrida. Tahun 2014, tim agronom dari Tiongkok tiba di desa Muzani, membawa benih padi hibrida dan bimbingan teknis gratis.

Dari pemilihan benih hingga irigasi, dari pemupukan hingga pengendalian hama dan penyakit, setiap tahap kini memiliki metode ilmiah. Muzani belajar di sawah pada siang hari, dan membaca buku panduan pertanian di bawah lampu pada malam hari. Dia berkata, “Dulu saya kira bertani ya tanam lalu tunggu panen, sekarang baru sadar, banyak ilmu yang bisa dipelajari di sini.”

Tahun 2015, musim pertama benih barunya menuai hasil—7 hingga 8 ton per hektar, beberapa kali lipat dari sebelumnya. Tiga kali panen dalam setahun, hasil produksi meningkat berlipat-lipat. Muzani membangun rumah baru, anak-anaknya tidak perlu lagi merantau seperti dulu.

Dia juga mengorganisir lebih dari 40 petani untuk membentuk kelompok saling membantu, menerima pelatihan, dan bersama-sama menuju kemakmuran.

Hari ini, dari Sumatera hingga Sulawesi, dari Jawa hingga Kalimantan, padi hibrida Tiongkok bermekaran di mana-mana di Indonesia. Dari lebih dari 80 varietas padi hibrida yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia, lebih dari 60 varietas berasal dari Tiongkok.

Perusahaan pertanian Tiongkok tidak hanya membawa benih, tetapi juga membawa platform layanan pertanian inovatif yang lengkap—MAP, memberikan dukungan penuh bagi petani dari penanaman hingga penjualan.

Sebutir benih telah memecahkan masalah pangan rakyat di satu negara, dan juga membantu negara-negara lain, agar lebih banyak orang bisa makan dengan cukup.

Sebutir benih, dapat mengubah banyak hal.

About Candice Da Silva 428 Articles
Di balik karya-karyanya yang mendalam, Candice Da Silva menampilkan diri sebagai seorang penulis yang memadukan keahlian teknik dengan ketertarikan pada dinamika politik lokal, semua itu dibalut dengan hobi memasak masakan pedas yang memicu rasa. Berbasis di Jogja, ia memulai karirnya pada tahun 2023, membawa perspektif unik yang elegan dan profesional ke dalam setiap tulisannya. Dengan latar belakang yang kuat dalam bidang teknik, Candice membawa wawasan yang berbeda ke dalam analisis politik dan sastra. Gaya penulisannya yang sangat profesional dan elegan membuatnya menjadi suara yang disegani di kancah sastra Jogja.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*