Pembangunan SPBU Pertanian
Situs Portal Berita Stiperamuntai – 10 Mei 2026 | Pertamina Patra Niaga Sumbagsel telah memulai pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertanian “Satu Harga” pertama di Indonesia. Proyek ini diharapkan menjadi solusi atas persoalan klasik petani terkait akses bahan bakar minyak (BBM) sekaligus meningkatkan keuntungan usaha tani secara signifikan.
Manfaat SPBU Pertanian
Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Dr. Ir. Sam Herodian, menegaskan bahwa kehadiran SPBU khusus petani ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan pendapatan. Petani dapat mendapatkan BBM dengan harga subsidi atau satu harga seperti di kota, sehingga keuntungan mereka bisa meningkat signifikan.
Berdasarkan pengalaman di beberapa daerah, selisih biaya BBM sangat berpengaruh. Dengan adanya SPBU Pertanian, diharapkan keuntungan petani bisa naik secara ekonomis per hektare.
Target Pembangunan
SPBU Petani ini ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan dan akan menjadi proyek percontohan nasional. Fasilitas ini nantinya diproyeksikan mampu melayani sekitar 150 kelompok tani.
Ini bukan hanya pembangunan fisik, tapi infrastruktur nyata untuk mendukung pertanian modern. Pertamina optimistis model ini akan diikuti oleh banyak daerah lain di Indonesia.
Kendala Petani
Sementara itu, Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Ayub Ritto, menjelaskan bahwa selama ini petani kerap menghadapi kendala saat mengakses BBM di SPBU umum. Mereka harus menggunakan kemasan khusus dan seringkali menjadi prioritas kedua dalam antrean.
Dengan adanya SPBU khusus ini, mereka tidak perlu lagi berdesakan dengan kendaraan umum. Ini akan sangat membantu petani dalam melakukan kegiatan pertanian.
SPBU Pertanian dan Harga BBM
SPBU Pertanian ini akan menerapkan konsep “BBM satu harga” yang mengikuti ketentuan pemerintah, sehingga harga BBM yang diterima petani sama dengan harga di wilayah perkotaan.
Secara aturan hampir sama dengan SPBU nelayan. Setelah fasilitas siap, Pertamina akan menyalurkan BBM. Perbedaannya hanya pada pola distribusi, karena lokasi ini berbasis sungai, sehingga pengangkutan akan menyesuaikan kondisi wilayah.
Tanggapan Petani
Ketua Kelompok Tani setempat, Sumarsono, menyambut pembangunan ini dengan penuh harapan. Ia menuturkan bahwa kebutuhan BBM untuk operasional alat mesin pertanian terus meningkat seiring modernisasi sektor pertanian.
Sekarang hampir semua kegiatan pertanian menggunakan mesin. Masalahnya, ketersediaan BBM sering tidak seimbang dengan kebutuhan. Dengan adanya SPBU Pertanian ini, maka petani bisa dapat BBM jenis Pertalite dan solar dengan harga resmi.
Ini mimpi kami sejak puluhan tahun lalu, sejak awal transmigrasi. Alhamdulillah sekarang bisa terwujud. Kalau benar selisih harga BBM akan menjadi keuntungan secara ekonomis, tentu ini sangat membantu kehidupan petani.
Leave a Reply