Situs Portal Berita Stiperamuntai – 10 Mei 2026 | Pelatihan Manajemen Pembelajaran bagi Guru dan Kepala Sekolah Rakyat Tahun 2026 telah dibuka oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Hotel Harris Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor, pada hari Kamis, 23 April 2026. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan sistem pembelajaran yang profesional dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Proses Kerja dan Teknik Pembelajaran
Di hadapan 332 peserta yang terdiri atas 166 kepala Sekolah Rakyat dan 166 guru, Gus Ipul menjelaskan bahwa proses kerja dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat harus dilakukan dengan teknik pembelajaran yang adaptif, tidak boleh diseragamkan, serta berbasis kemampuan awal dan kebutuhan setiap siswa. Selain itu, harus dibarengi dengan pembelajaran mandalam.
Manajemen Pembelajaran yang Terstruktur
Gus Ipul menegaskan bahwa manajemen pembelajaran di Sekolah Rakyat harus terstruktur dan ditopang perencanaan yang matang. Menurutnya, 50 persen keberhasilan ditentukan oleh kualitas perencanaan yang baik.
Oleh karena itu, setiap Sekolah Rakyat harus menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran, kurikulum satuan pendidikan, rencana kerja tahunan, rencana kegiatan dan anggaran sekolah, serta instrumen evaluasi yang jelas.
Pengelolaan Anggaran Sekolah Rakyat
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga mengingatkan kepala sekolah agar mengelola anggaran Sekolah Rakyat secara akuntabel dan transparan.
Peran Kepala Sekolah dan Guru
Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan bahwa kepala sekolah menjadi pemimpin utama proses belajar selama 24 jam, baik saat kegiatan belajar di kelas, pembinaan di asrama, maupun pendidikan karakter. Guru berperan membentuk pola pikir siswa, sementara wali asuh mendampingi pembiasaan perilaku baik dalam keseharian.
Sementara itu, seluruh kebijakan sekolah diminta berbasis data. Menurut Gus Ipul, gunakan hasil asesmen siswa, tes DNA Talent, review hasil pembelajaran, dan perhatikan hasil tes kesehatan siswa.
Integrasi Literasi dan Kesadaran Digital
Pada bagian akhir, Gus Ipul mendorong Sekolah Rakyat terus mengintegrasikan literasi dan kesadaran digital melalui bahan bacaan mutakhir, modul terbaru, serta media belajar interaktif agar siswa tidak mudah bosan.
Namun, kepala sekolah dan guru diminta bijak untuk selalu mengawasi penggunaan internet dan perangkat digital siswa. Menurut Gus Ipul, laptop jangan boleh dibawa keluar kelas, laptop harus ditinggal di kelas tidak boleh dibawa ke asrama, dan pastikan internetnya sudah dikunci.
Langkah disiplin itu diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang aman, fokus, dan produktif bagi seluruh siswa Sekolah Rakyat.
Salah satu peserta, Kepala SRMP 1 Deli Serdang Reni Lasmana Sinaga, mengungkapkan rasa terima kasih di hadapan Gus Ipul atas kesempatan yang diberikan untuk mengabdi di Sekolah Rakyat.
Terima kasih, Kemensos sudah memberikan kesempatan untuk saya berkarir dan berkembang untuk Indonesia, ujar Reni.
Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul secara resmi membuka pelatihan dan menyematkan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta, yakni Kepala SRMP 2 Medan Maragoti dan Guru SRMA 29 Jayapura Nureka.
Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Plt. Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono, jajaran Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Sosial, serta para pejabat pimpinan tinggi pratama.
Hadir pula dari Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Joko Purnama, Pengembang Kurikulum Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen Prayoga Rendra serta Kepala Sekolah SMA Labs School Kebayoran Suparno.
Leave a Reply