Perjuangan 40 Siswa SD di Dusun Biram untuk Pulang Pergi Sekolah

Perjuangan 40 Siswa SD di Dusun Biram untuk Pulang Pergi Sekolah
Perjuangan 40 Siswa SD di Dusun Biram untuk Pulang Pergi Sekolah

Perjalanan Berisiko

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 12 Mei 2026 | Sebanyak 40 siswa yang menetap di Dusun Biram, Gampong Plu, Pakam, Kecamatan Tanah Luas, harus menempuh perjalanan berisiko setiap hari demi bisa bersekolah di SD Negeri 7 Desa Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara. Mereka menyeberang sungai menggunakan sampan dan speed boat tanpa mesin, hanya ditarik menggunakan tali dari seberang ke seberang.

Kondisi Akses

Kepala Dusun Biram, Desa Plu Pakam, Nariman, menyebutkan sejak dulu di daerah tersebut sama sekali tidak ada jembatan penghubung. Satu-satunya akses bagi masyarakat dan khususnya siswa adalah menggunakan sampan dan speed boat sederhana dengan tali sebagai penarik.

“Sebelum menggunakan speed boat, kami di sini menggunakan sampan. Speed boat itu kami beli dari hasil swadaya masyarakat,” ujar Nariman.

Bahaya dan Tantangan

Dia mengakui tali yang digunakan sebagai penarik itu pernah putus dan bahkan pernah terjadi kecelakaan kecil, yaitu siswa jatuh ke sungai. “Tidak ada korban jiwa saat kejadian itu. Karena saat itu debit air tidak tinggi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya sudah pernah menyerahkan surat permohonan untuk membangun jembatan di wilayah tersebut. Bahkan, lokasi itu juga pernah didatangi dua kali oleh pihak terkait untuk melakukan peninjauan. Hingga, saat ini belum ada tindak lanjut sama sekali.

Harapan dan Solusi

“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan anggota dewan yang ada di provinsi maupun daerah. Jangan sampai ada korban baru kemudian ditindaklanjuti,” katanya.

Dewan Guru SD Negeri 7 Paya Bakong, Rina Fariani, mengatakan jumlah murid yang belajar di sini ada 201 siswa. Namun 40 siswa yang berada di Dusun Biram Gampong Plu Pakam yang paling terdampak keterbatasan akses.

“Mereka sering terlambat karena harus menyeberang. Bahkan kalau air besar, mereka tidak bisa ke sekolah sama sekali. Kami berharap agar ada perhatian khusus dari pemerintah terkait kondisi ini,” pungkasnya.

Nariman bersama warga lainnya berharap pemerintah bersama warga lainnya dapat segera membangun jembatan gantung untuk akses penghubung antar desa yang dilalui warga menuju kesekolah maupun aktifitas lainnya.

About Candice Da Silva 402 Articles
Di balik karya-karyanya yang mendalam, Candice Da Silva menampilkan diri sebagai seorang penulis yang memadukan keahlian teknik dengan ketertarikan pada dinamika politik lokal, semua itu dibalut dengan hobi memasak masakan pedas yang memicu rasa. Berbasis di Jogja, ia memulai karirnya pada tahun 2023, membawa perspektif unik yang elegan dan profesional ke dalam setiap tulisannya. Dengan latar belakang yang kuat dalam bidang teknik, Candice membawa wawasan yang berbeda ke dalam analisis politik dan sastra. Gaya penulisannya yang sangat profesional dan elegan membuatnya menjadi suara yang disegani di kancah sastra Jogja.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*