Situs Portal Berita Stiperamuntai – 13 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun 20 unit rumah apung sepanjang 2026 di pesisir Demak sebagai solusi adaptif agar warga tetap memiliki hunian layak di wilayah yang kian tergerus air laut.
Latar Belakang
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Demak, dan Bank Jateng. Program ini menyasar wilayah pesisir yang selama ini menjadi langganan rob, khususnya Desa Timbulsloko dan Desa Bedono, Kecamatan Sayung.
Penjelasan Program
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, mengatakan bahwa bantuan rumah apung menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjawab persoalan lingkungan pesisir yang kerap terendam air laut.
"Bantuan rumah apung terus kami lakukan sebagai langkah solutif bagi warga terdampak rob di Kabupaten Demak," ujarnya.
Proses Pembangunan
Hingga akhir 2025, total 15 unit rumah apung telah terbangun. Rinciannya, satu unit prototipe pada 2023, satu unit pada 2024 oleh Yayasan Sheep Indonesia, serta 13 unit pada 2025 hasil dukungan CSR Bank Jateng dan Pemkab Demak.
Pada 2026, jumlah pembangunan ditingkatkan menjadi 20 unit, terdiri atas 19 unit di Desa Timbulsloko dan satu unit di Desa Bedono. Sebanyak 17 unit di antaranya dibiayai melalui APBD Provinsi Jawa Tengah.
Saat ini, proses pembangunan telah dimulai sejak Maret 2026 dengan tiga unit tahap awal. Penerima manfaat antara lain Rokank warga Desa Bedono serta Krisma dan Ngadiyanto warga Desa Timbulsloko. Seluruh pembangunan ditargetkan rampung pada Mei 2026.
Boedyo berharap program ini mampu menjadi solusi bagi warga pesisir, agar tetap dapat tinggal dengan aman dan nyaman di tengah ancaman rob yang terus berulang.
"Selama ini rob menjadi masalah utama bagi warga. Kami berharap rumah apung ini bisa menjadi jawaban atas kebutuhan hunian yang lebih layak," ungkapnya.
| Tahun | Jumlah Rumah Apung |
|---|---|
| 2023 | 1 unit |
| 2024 | 1 unit |
| 2025 | 13 unit |
| 2026 | 20 unit |
Leave a Reply