Situs Portal Berita Stiperamuntai – 12 Mei 2026 | Pemerintah Kota Semarang langsung bergerak cepat menangani kasus tragis yang menimpa seorang siswi kelas 2 SMP berinisial T (15) yang menjadi korban pembakaran oleh pamannya di Tambakmulyo, Semarang Utara.
Latar Belakang Kasus
Camat Semarang Utara Siwi Wahyuningsih di Semarang, Rabu, mengatakan langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani permasalahan tersebut. Bersama jajaran kelurahan, ia melakukan koordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan Dinas Sosial, serta RSUD KRMT Wongsonegoro (RSWN) Semarang untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan perawatan medis yang layak, setelah sempat terkendala biaya pengobatan.
Penanganan Awal
Korban sebelumnya sempat dibawa ke rumah sakit swasta namun terpaksa dipulangkan oleh orang tuanya karena kendala biaya. Melihat kondisi tersebut, pihak kecamatan bersama DP3A memindahkan korban ke RSWN untuk mendapatkan pengobatan intensif.
Kondisi Korban
Kondisi luka bakar yang diderita korban dilaporkan mencapai 30 persen, yang meliputi area lengan kanan hingga bagian punggung. Selain bantuan medis, Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako untuk meringankan beban keluarga korban selama masa pemulihan.
Sebelumnya, T mendapatkan tindakan kekerasan berupa pembakaran oleh pamannya di depan rumahnya, Sabtu (18/4), karena persoalan sepele, yakni tidak mau disuruh mandi. Pihak kecamatan dan dinas terkait terus memantau kondisi korban dan memberikan bantuan yang diperlukan.
Dalam kasus ini, pemerintah kota Semarang menunjukkan komitmen untuk melindungi dan membantu warganya yang membutuhkan, terutama anak-anak yang rentan dan memerlukan perlindungan khusus. Penanganan kasus ini juga menunjukkan kerja sama yang baik antara pemerintah kota, dinas terkait, dan masyarakat dalam upaya memberikan bantuan dan perlindungan kepada korban.
Leave a Reply