Situs Portal Berita Stiperamuntai – 31 Mei 2026 | Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa (Ormawa) Universitas Majalengka diajak jadi motor pengembang wisata teknologi di Majalengka dalam bimtek bertajuk “Peran Ormawa: Berdampak bagi Masyarakat melalui Potensi Wisata Berbasis Teknologi”.
Peran Ormawa dalam Pengembangan Wisata
Bimtek ini digelar untuk mendorong organisasi mahasiswa agar tidak hanya aktif di kampus, tetapi juga terjun langsung menggerakkan potensi wisata desa dengan sentuhan teknologi.
Praktisi Desa Wisata sekaligus Trainer Kemenpar RI bidang Kelembagaan dan Pengembangan SDM, Joko Winarno, menegaskan teknologi tidak bisa dihindari. Tantangannya adalah bagaimana teknologi diterima masyarakat dan memberi dampak nyata.
“Transformasi teknologi harus sesuai kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, mahasiswa juga belajar leadership, mengatur tim, SDM, sampai deadline. Jadi ada upgrade soft skill dan hard skill yang langsung diimplementasikan di desa binaan,” ujar Joko.
Potensi Wisata Majalengka
Joko menyoroti potensi wisata Majalengka yang luar biasa, mulai dari curug hingga hamparan hijau. Namun tata kelola dan segmen pasarnya dinilai belum maksimal.
“Alamnya luar biasa, tapi fasilitas dan pengelolaan belum tertata. Padahal kalau dikembangkan dengan ciri khas kuliner dan budaya, Majalengka bisa jadi magnet wisata. Bayangkan traffic naik, okupansi hotel naik, UMKM dan industri kreatif hidup,” katanya.
Pengalaman Membangun Objek Wisata
Ketua Forum Desa Wisata/Pokdarwis Kab. Klaten, Hartaya, berbagi pengalaman membangun objek wisata yang melibatkan warga.
“Dulu satu objek bisa yang di kelola bumdes dapat berkembang dengan ada wahana bermain, resto dengan spot menarik, dipadu ternak warga, pengrajin, petani sayur, dan mendapatkan beras dari warga sekitar. Ekonomi berputar di masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam. “Selagi kita menjaga alam tetap asri, meskipun orang menyebutnya kampung siluman. Tetap jadi obyek wisata yang menarik karena Kita harus bersanding dengan alam, tetap menjaga lingkungannya tetap asri dan bersih,” pesan Hartaya.
Ketua BUMDes Desa Gunung Kuning sekaligus pengelola wisata Situ Cipanten, membagikan kisah suksesnya belajar dari Joko Winarno.
“Dulu kami berguru ke Pak Jokwin dengan melihat keberhasilan objek wisata Pungguk. Alhamdulillah 4 tahun terakhir Situ Cipanten di bawah BUMDes sudah punya 70 karyawan,” ujarnya.
Ia berpesan agar mahasiswa UNMA tidak malu menjadi sarjana yang membangun desa.
“Kalau kita bisa menggali potensi desa menjadi pendapatan utama, itu kebanggaan luar biasa. Lebih membanggakan dibanding kerja di tempat lain,” katanya.
Dekan Fakultas Teknik UNMA, Dony Susandi, menyebut bimtek ini penting sebagai bekal ormawa dalam menjalankan program penelitian dan pengabdian masyarakat.
“Majalengka punya banyak wisata tersembunyi yang ibarat emas. Harapannya mahasiswa bisa mengimplementasikan hasil bimtek ini untuk pengembangan objek wisata,” ujarnya.
Dony berharap mahasiswa yang turun ke lapangan bisa mengumpulkan data, lalu diolah dosen menjadi riset yang menghasilkan produk nyata. Kolaborasi bisa dilakukan dengan kementerian, perusahaan, hingga pengelola objek wisata itu sendiri.
“Ini ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
Leave a Reply