Situs Portal Berita Stiperamuntai – 09 Mei 2026 | Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melakukan sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kepada operator data desa di Kabupaten Majalengka. Kegiatan berlangsung di Gelanggang Guru Muda, Majalengka, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga meninjau perkembangan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 34 Majalengka.
Pentingnya Data dalam Penyaluran Bantuan Sosial
Dalam sosialisasi tersebut, Gus Ipul menekankan pentingnya data sebagai dasar penyaluran bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat agar tepat sasaran.
“Ini adalah pekerjaan rumah bersama kita dan akan kita coba selesaikan secara bersama-sama,” ujar Gus Ipul.
Masih Adanya Masyarakat yang Belum Tercatat
Ia menyoroti masih adanya masyarakat yang belum tercatat dalam sistem pendataan. Salah satunya terlihat dari kisah Indriyani (12), siswi Sekolah Rakyat yang sebelumnya tinggal bersama ibunya dengan menumpang di rumah orang lain.
“Ini adalah salah satu potret dari saudara kita semua yang mungkin selama ini luput dari pendataan. Yang oleh Presiden disebut sebagai the invisible people,” kata Gus Ipul.
Pengelolaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
“Desil nasional dengan desil provinsi dan desil kabupaten sangat berbeda. Oleh karena itu tugas pemerintah daerah bersama BPS menentukan desil di wilayah masing-masing,” terangnya.
Dalam proses pemutakhiran data, Gus Ipul menegaskan peran penting operator data desa sebagai pihak yang melakukan input data.
“Sehebat-hebatnya RT, sehebat-hebatnya kepala desa, tergantung kepada operator data desa. Karena operator data desa inilah yang meng-input data,” tegasnya.
Ia menjelaskan, proses pendataan dimulai dari RT dan RW, kemudian dibahas di tingkat desa sebelum dimasukkan oleh operator desa dan diteruskan ke tingkat kabupaten hingga pusat.
“Kalau operatornya meleng, datanya bisa keliru,” katanya.
“Kalau datanya akurat, maka bansos kita akan tepat sasaran. Kalau bansosnya tepat sasaran, keluarganya akan bisa naik kelas,” ujarnya.
Tinjauan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 34 Majalengka
Usai sosialisasi DTSEN, Gus Ipul bersama Bupati Majalengka meninjau SRMP 34 Majalengka. Dalam kunjungan tersebut, ia menyaksikan perubahan perilaku siswa sejak mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Lima bulan lalu mereka datang dengan rasa malu dan kurang percaya diri, sekarang sudah jauh lebih tertib dan disiplin,” ujarnya.
Salah satu siswi, Zeni Indriyani (14), mengaku senang dapat bersekolah di Sekolah Rakyat.
“Perasaan saya sangat menyenangkan dan seru, karena bisa bertemu teman-teman dari desa yang berbeda,” katanya.
Sementara itu, Muhammad Rega Ardiansyah (17), yang sempat putus sekolah selama dua tahun, menyampaikan kebanggaannya bisa kembali melanjutkan pendidikan di SRMP 34 Majalengka.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Didi Supriadi, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih, Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka Aeron Randi, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Majalengka.
Selain berdialog dengan siswa, para tamu juga menyaksikan penampilan pidato Bahasa Inggris dan Bahasa Arab dari siswi Sekolah Rakyat serta penampilan paduan suara. Pada kesempatan yang sama, guru SRMP 34 Majalengka Dinda Rani Saputri juga mempresentasikan simulasi pembelajaran matematika menggunakan Bahasa Inggris.
Leave a Reply