Situs Portal Berita Stiperamuntai – 11 Mei 2026 | Kerja sama militer antara Indonesia dan Korea Selatan dinilai sangat strategis dan menguntungkan bagi kedua negara. Pakar pertahanan dan hubungan internasional dari Universitas Bina Nusantara, Curie Maharani, menilai bahwa Indonesia akan memperoleh berbagai keuntungan jika terus memperkuat kerja sama militer dengan Korea Selatan.
Latar Belakang Kerja Sama
Indonesia dan Korea Selatan telah menjalin sejumlah kolaborasi di sektor pertahanan, mulai dari pengembangan sumber daya manusia (SDM) prajurit, kerja sama teknologi kecerdasan buatan (AI), hingga proyek pesawat tempur KF-21 Boramae. Menurut Curie, meskipun Indonesia dan Korea Selatan bukan negara yang sepenuhnya menjadi inovator utama teknologi pertahanan global, Korea Selatan memiliki posisi strategis sebagai mitra penting dalam penyediaan teknologi, kolaborasi standar, serta pengembangan industri pertahanan.
Keuntungan Bagi Indonesia
Salah satu keuntungan utama bagi Indonesia adalah akses terhadap teknologi pertahanan berstandar Barat melalui kerja sama tersebut. Hal ini dinilai dapat membantu peningkatan kualitas alat utama sistem senjata (alutsista) sekaligus pengembangan SDM pertahanan nasional. Selain itu, Korea Selatan sebagai salah satu kekuatan baru industri pertahanan global juga membutuhkan rantai pasok yang kompetitif. Dalam hal ini, Indonesia berpeluang menjadi bagian dari ekosistem produksi dan suplai tersebut.
Keuntungan Bagi Korea Selatan
Kerja sama ini juga memberikan keuntungan bagi Korea Selatan dalam hal kepastian produksi, logistik, dan distribusi produk pertahanan. Curie juga menekankan pentingnya fokus bersama Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di sektor pertahanan, yang dinilai akan menjadi masa depan sistem militer modern.
Proyek Pengembangan Pesawat Tempur KF-21 Boramae
Curie secara khusus menyoroti proyek pengembangan pesawat tempur KF-21 Boramae sebagai kerja sama strategis yang dapat mendukung kemandirian industri pertahanan Indonesia. Meski demikian, ia menilai ekspektasi awal terhadap proyek tersebut perlu disesuaikan dengan perkembangan terbaru, karena manfaat yang diperoleh mungkin tidak sepenuhnya sama seperti proyeksi awal. Curie juga menyebut kemungkinan keterlibatan mitra baru dalam pengembangan lanjutan KF-21 dapat membantu mengurangi pembagian biaya serta risiko yang ditanggung kedua negara.
Secara keseluruhan, Curie tetap optimistis bahwa kerja sama Indonesia–Korea Selatan akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan teknologi pertahanan Indonesia. Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia dan memperkuat posisi strategisnya di kawasan.
Leave a Reply