Situs Portal Berita Stiperamuntai – 30 April 2026 |
Pelaksanaan Haji yang Lancar
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI telah melaporkan bahwa hingga hari kesembilan operasional haji 1447 H/2026 M, tercatat sebanyak 47.834 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan penuh kegembiraan. Proses pemberangkatan 122 kloter tersebut berjalan lancar, tertib, dan seluruh jemaah terlayani dengan baik di setiap titik layanan.
Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, menyatakan bahwa penyelenggaraan terkendali dan jemaah mendapatkan pendampingan petugas yang siaga sejak keberangkatan hingga tiba di akomodasi. “Secara umum penyelenggaraan terkendali dan jemaah mendapatkan pendampingan petugas yang siaga sejak keberangkatan hingga tiba di akomodasi,” ujar Hasan dalam keterangan resminya untuk mendukung visi Tri Sukses Haji, Rabu (29/4/2026).
Keselamatan Penerbangan sebagai Prioritas Utama
Hasan menegaskan bahwa keselamatan penerbangan adalah prioritas utama, sehingga jemaah diimbau untuk disiplin mematuhi aturan barang bawaan demi kenyamanan bersama. Ia menyampaikan bahwa jemaah dilarang membawa bahan mudah terbakar atau cairan melebihi batas, karena kepatuhan ini merupakan kunci perlindungan bagi seluruh jemaah selama perjalanan.
“Ini bukan sekadar aturan administratif, melainkan upaya kita bersama dalam menjaga keselamatan dan memastikan ibadah berjalan tanpa kendala teknis,” tegasnya sebagai elemen edukasi bagi para tamu Allah.
Penanganan Kendala di Lapangan
Mengenai penanganan kendala di lapangan, Hasan memastikan bahwa seluruh jemaah yang terdampak penundaan jadwal penerbangan, seperti kloter SUB-16 dan BTH-05, telah berhasil diberangkatkan dengan selamat. Beliau menjelaskan bahwa jemaah yang sempat mengalami kecelakaan bus di Madinah telah mendapatkan penanganan medis terbaik, termasuk satu jemaah yang masih dirawat di RS Al Hayyat dengan pendampingan penuh petugas.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan hak layanannya dan memastikan mereka segera pulih untuk melanjutkan rangkaian ibadah,” ungkap Hasan dengan nada optimis.
Layanan Ramah Lansia dan Penyandang Disabilitas
Pihak Kemenhaj juga memperingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar selalu berkoordinasi dengan petugas resmi dan tidak melakukan pungutan tambahan di luar ketentuan. Hasan menekankan bahwa pemerintah tidak segan mencabut izin KBIHU jika melanggar aturan, demi menjaga ekosistem haji yang bersih dan beradab.
“Fokus utama kami adalah menghadirkan layanan haji yang ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan agar mereka dapat beribadah dengan khusyuk dan nyaman,” tutupnya sembari mengajak jemaah untuk rutin menjaga kesehatan selama di Madinah.
Leave a Reply