Festival Marapthon: The Last Tale Siap Mengguncang Istora Senayan

Festival Marapthon: The Last Tale Siap Mengguncang Istora Senayan
Festival Marapthon: The Last Tale Siap Mengguncang Istora Senayan

Pendahuluan

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 20 Mei 2026 | Festival Marapthon: The Last Tale siap mengguncang Istora Senayan. Setelah mengudara secara kontinu selama 102 hari nonstop sejak Februari lalu, rangkaian program eksperimental bertajuk Marapthon Season 3: The Last Tale resmi mengakhiri perjalanannya hari ini.

Penanganan Logistik dan Rundown Acara

Pihak penyelenggara menetapkan Istora Senayan sebagai lokasi sakral pertemuan fisik pertama antara para kreator konten dan basis komunitas loyal mereka. Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas yang diperkirakan terkonsentrasi di kawasan Jalan Gerbang Pemuda dan Jalan Asia Afrika, pembukaan gerbang utama (open gate) bagi seluruh pemegang tiket dimulai pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan jadwal resmi rundown yang dirilis panitia, pengunjung yang datang lebih awal akan menikmati sesi Activation Outdoor di area luar stadion pada pukul 12.30 hingga 14.30 WIB. Setelah melewati pemeriksaan keamanan berlapis di gerbang inspeksi, penonton diarahkan menuju area panggung utama untuk menyaksikan rangkaian hiburan.

Rincian Kategori Tiket Resmi

Antusiasme publik terhadap acara penutupan ini tercatat sangat tinggi dan melampaui perkiraan awal promotor. Berdasarkan pemantauan di platform IGPLAY Tix, seluruh kategori tiket fisik untuk closing ceremony dilaporkan telah habis terjual dalam waktu singkat sejak masa pemesanan dibuka.

Kategori Tiket Harga
CAT 5 (Restricted View) Rp200.000
CAT 4 Rp250.000
CAT 1, 2, dan 3 Rp350.000
Festival B (Standing) Rp450.000
Festival A (Standing) Rp550.000
VVIP Seated Rp750.000

Rekam Jejak Prestasi Global dan Implementasi Donasi Sosial

Acara ini menjadi momentum emosional atas interaksi 24 jam tanpa henti yang telah berlangsung selama ratusan hari dan menemani aktivitas keseharian pemirsa. Kehadiran seluruh anggota inti AAA Clan, mulai dari Reza Arap, Yukatheo, Garry Ang, Mister Aloy, Teguh Prakoso, Niko, Bravyson, hingga Ibot13 di satu panggung utama, diproyeksikan menjadi catatan penting dalam sejarah hiburan digital Indonesia.

Kesuksesan Marapthon Season 3 juga tidak hanya tercermin dari rekor jam tayang di tingkat global. Dalam siaran final sebelumnya, tim manajemen menyampaikan bahwa sebagian besar akumulasi dana komersial dari sistem saweran interaktif penonton telah disalurkan melalui mekanisme transparansi publik.

Dana tersebut digunakan untuk peningkatan kesejahteraan guru honorer, rehabilitasi fasilitas sekolah di wilayah tertinggal, serta dukungan modal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak krisis ekonomi, sebagai bentuk akuntabilitas sosial dari ekosistem digital Marapthon.

About Albina Potushnyak 428 Articles
Di antara hiruk pikuk kota Malang, hiduplah Albina Potushnyak, seorang penulis yang tidak sengaja menginjakkan kaki di dunia berita setelah lulus dari jurusan sastra. Ketika tidak sibuk menyelami buku sejarah dan mencari inspirasi, dia bisa ditemukan menyaksikan pertandingan e-sports sambil berteriak-teriak seperti penggemar sejati. Sejak menapakkan karirnya sejak 2019, Albina telah membuktikan bahwa bahkan mereka yang "nyasar" bisa menemukan jalan mereka sendiri dan membuatnya penuh dengan tawa dan kata-kata yang tajam.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*