Situs Portal Berita Stiperamuntai – 10 Mei 2026 | Suhu udara di Kota Madinah yang diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan 25 persen menjadi perhatian khusus Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI.
Optimalkan Layanan Kesehatan
Untuk memastikan jemaah dapat beribadah dengan lancar dan aman di tengah cuaca panas, Kemenhaj terus mengoptimalkan layanan kesehatan serta operasional di Tanah Suci.
"Kami mengimbau jemaah menjaga stamina, memperbanyak minum, dan mengikuti arahan petugas. Cuaca cukup panas, sehingga penting menjaga kondisi tubuh," tegas Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, sebagai langkah edukasi bagi para tamu Allah.
Kesiapan Layanan Jemaah
Kesiapan layanan ini merupakan wujud nyata pencapaian visi Tri Sukses Haji, khususnya Sukses Ritual dan Sukses Peradaban.
Berdasarkan data Kemenhaj, hingga hari keempat operasional, sebanyak 15.349 jemaah yang tergabung dalam 40 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Tanah Air dengan suasana gembira.
| Kloter | Jumlah Jemaah |
|---|---|
| 40 | 15.349 |
"Hingga hari keempat operasional, 40 kloter dengan 15.349 jemaah sudah diberangkatkan, dan 9.884 jemaah telah tiba di Madinah. Kami memastikan seluruh proses berjalan lancar dengan layanan yang terus dioptimalkan," ujar Ichsan.
Layanan Kesehatan Jemaah
Dari sisi kesehatan, Daerah Kerja (Daker) Madinah bergerak responsif dengan memberikan layanan rawat jalan bagi 93 jemaah, merujuk dua orang ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan satu jemaah ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
"Kami menaruh perhatian serius pada aspek kesehatan. Setiap laporan menjadi dasar penguatan layanan agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman," tutur Ichsan memastikan kesigapan petugas.
Sebagai bentuk pemenuhan hak tertinggi jemaah, pemerintah juga menjamin pelaksanaan badal haji bagi Rodiyah (68), jemaah asal kloter SOC-3 yang wafat akibat serangan jantung.
Di samping itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi telah diinstruksikan untuk meminimalisir kegiatan seremonial pelepasan guna menjaga cadangan energi jemaah.
Seluruh langkah mitigasi dan pelayanan yang menyeluruh ini menegaskan komitmen kuat Kemenhaj dalam menghadirkan ekosistem ibadah yang berlandaskan prinsip Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan.
Leave a Reply