BPIP Apresiasi Budaya Masyarakat Badui Tak Rusak Lingkungan

BPIP Apresiasi Budaya Masyarakat Badui Tak Rusak Lingkungan
BPIP Apresiasi Budaya Masyarakat Badui Tak Rusak Lingkungan

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 26 April 2026 | Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengapresiasi budaya masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, yang tidak merusak lingkungan sehingga sangat bermanfaat sekali untuk pelestarian lingkungan alam dan hutan.

Budaya Masyarakat Badui

Masyarakat Badui memiliki kehidupan yang unik dan menjaga hutan dan alam dengan baik. Kehidupan mereka yang tinggal di kawasan Gunung Kendeng, menanamkan dan melestarikan nilai-nilai budaya adat di antaranya menjaga lingkungan dan alam yang begitu kuat.

Direktur Pengendalian BPIP, Mukhammad Fahrurozi, mengatakan bahwa masyarakat Badui menjaga hutan dan alam dengan baik. Hal ini menjadi contoh yang baik dan harus ditanamkan kepada anak cucu agar menjaga lingkungan alam dan tidak melakukan kerusakan.

Pentingnya Pelestarian Lingkungan

Pelestarian lingkungan alam dan hutan sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Dampak kerusakan lingkungan alam dan hutan bisa mengakibatkan kesulitan air bersih, bencana ekologis yang bisa menimbulkan korban jiwa dan lainnya.

Masyarakat Badui menyampaikan pada acara Seba tersebut agar pemerintah tidak merusak lingkungan alam dan hutan. Mereka berharap pemerintah bersinergi untuk menjaga lingkungan alam dan hutan tetap lestari serta hijau, sehingga membawa kesejahteraan bagi manusia juga ekosistem lainnya, termasuk flora fauna.

Upaya Pelestarian Lingkungan

Budayawan Badui, Santa, mengatakan bahwa masyarakat Badui memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan alam dan hutan. Mereka telah menjaga lingkungan alam dan hutan secara turun menurun, sehingga sumber mata air bersih dan jernih.

Masyarakat Badui juga telah menanamkan nilai-nilai budaya adat kepada anak-anak agar tidak merusak alam, karena titipan leluhur atau kokolot agar alam itu dilestarikan dan dihijaukan.

Lahan Pemukiman Luas Lahan
Badui Dalam 2.500 hektare
Badui Luar 2.700 hektare

Selama ini, kawasan hutan dan gunung di Badui aman dan tidak ada pergeseran di perbatasan tanah ulayat adat dengan masyarakat luar. Masyarakat Badui secara turun menurun menjaga lingkungan alam dan hutan, gunung, sehingga sumber mata air bersih dan jernih.

Dengan demikian, budaya masyarakat Badui menjadi contoh yang baik untuk pelestarian lingkungan alam dan hutan. Mereka telah menunjukkan bahwa menjaga lingkungan alam dan hutan sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan membawa kesejahteraan bagi manusia juga ekosistem lainnya.

About Nikolaj Møller 212 Articles
Dari kota dingin Malang, muncul seorang jurnalis muda yang tidak terduga - Nikolaj Møller, yang awalnya terjun ke dunia sastra tetapi malah tertarik dengan dunia berita. Di balik profesinya, ia memiliki hobi yang unik: mengoleksi tanaman hias dan menjelajahi langit malam untuk mempelajari astronomi. Karirnya yang dimulai sejak 2011 telah membawanya ke dalam berbagai petualangan menarik, dan siapa sangka seorang pecinta kata-kata akan jatuh cinta dengan dunia berita?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*