Situs Portal Berita Stiperamuntai – 26 April 2026 | Sebagai orang tua, kita ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita, terutama dalam hal kesehatan. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah campak, yang dapat menyerang bayi yang belum bisa divaksin. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui kiat-kiat yang dapat dilakukan untuk mencegah campak pada bayi.
Apa itu Campak?
Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus campak. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tetapi bayi dan anak-anak yang belum divaksin lebih rentan terinfeksi. Gejala campak meliputi demam, batuk, pilek, dan ruam merah pada kulit.
Kiat Mencegah Campak pada Bayi
Selain itu, dokter Attila merekomendasikan upaya PHBS (Pola Hidup Bersih Sehat) penting dilakukan oleh orang yang sering beraktivitas di luar rumah. Infeksi virus campak mudah menular lewat percikan air liur (droplet) yang dilepaskan ke udara. Ketika penderita campak bersin atau batuk, virus itu nantinya akan tersebar dan bisa menjangkiti orang lain.
Vaksinasi Campak
Vaksin campak yaitu imunisasi MR (Measless Rubella)/MMR (Measless Mumps Rubella) baru bisa diberikan pada bayi yang berusia 9 bulan. Vaksin itu harus didapatkan sebanyak tiga kali sepanjang usia anak dengan rincian vaksin MR diberikan pada usia 9 bulan, lalu dosis MMR1 di usia 18 bulan, dan MMR2 di usia 5 tahun.
Di samping itu, menjaga daya tahan tubuh bayi juga penting. Salah satunya dengan memastikan bayi mendapatkan asupan vitamin D sesuai anjuran dokter. Vitamin D penting diberikan karena berperan mendukung sistem kekebalan tubuh, sehingga bayi lebih kuat melawan infeksi.
Langkah Tambahan
Sebagai langkah tambahan, untuk meningkatkan kekebalan komunitas atau imunnity herd terhadap campak, orang tua atau penghuni rumah lainnya yang tinggal bersama bayi dapat menerima vaksin MMR. Apalagi jika orang tua tidak yakin semasa kecilnya status vaksinasinya lengkap atau tidak. Pemberian vaksin MR pada orang dewasa akan lebih tepat untuk dilakukan.
Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus campak 2026 sampai dengan minggu ke-14 2026 tercatat mencapai sebanyak 16.912 kasus. Kasus naik tajam pada awal tahun, dengan puncak pada minggu pertama 2.220 kasus. Setelahnya pada minggu ke-11 di 2026 tercatat ada 58 KLB campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi.
Dengan demikian, penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan campak pada bayi yang belum bisa divaksin. Dengan melakukan kiat-kiat yang telah disebutkan di atas, kita dapat meminimalkan risiko penularan campak dan menjaga kesehatan anak-anak kita.
Leave a Reply