Situs Portal Berita Stiperamuntai – 02 Mei 2026 | Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan santunan kepada keluarga dari 15 korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Latar Belakang Kecelakaan
Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, telah menyebabkan 15 orang meninggal dunia. Kecelakaan ini merupakan salah satu kecelakaan kereta api paling parah yang terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Tanggapan Baznas
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa Baznas memiliki mandat untuk hadir dalam situasi darurat melalui unit tanggap bencana yang dimiliki lembaga tersebut.
“Untuk para korban yang wafat sebanyak 15 orang, kami memberikan santunan masing-masing sebesar Rp3 juta,” kata Sodik.
Bantuan yang Diberikan
Selain santunan untuk keluarga korban meninggal, Baznas juga menyalurkan bantuan lain seperti layanan kesehatan, ambulans, serta logistik berupa makanan ringan dan air minum bagi para korban dan petugas di lokasi kejadian.
Baznas memiliki misi dalam penanganan kebencanaan, termasuk unit baru yaitu tanggap duafa. Karena itu, setiap kejadian darurat akan langsung direspons dengan pengiriman bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.
Sodik juga menyampaikan bahwa selain santunan bagi korban meninggal dunia, Baznas turut memberikan perhatian kepada korban terdampak lainnya. Bantuan lanjutan juga dapat diberikan, terutama bagi anak-anak yatim yang membutuhkan dukungan.
Program Baznas
Baznas memiliki berbagai program yang dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan, mulai dari bantuan tanggap bencana, layanan kesehatan terpadu, perbaikan rumah tidak layak huni, bantuan perumahan, pendidikan, hingga pemberdayaan usaha kecil.
“Jika ada korban yatim atau rumah yang tidak layak, kami akan memberikan bantuan secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia memastikan tim Baznas telah berada di lokasi sejak awal kejadian dan akan terus mendampingi proses penanganan hingga selesai.
Salah satu korban, Nuryati (65), diketahui meninggalkan delapan anak dan enam cucu.
“Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan, mulai dari ambulans hingga santunan duka, serta perhatian yang diberikan kepada keluarga kami,” ujar Halimah, anak dari salah satu korban yang juga istri amil Baznas RI.
Leave a Reply