Situs Portal Berita Stiperamuntai – 16 April 2026 | Basarnas Bali melakukan evakuasi medis terhadap anak buah kapal (ABK) asal Filipina yang mengalami gangguan kesehatan di Perairan Pelabuhan Benoa. ABK bernama Tagayom Lorben Tubigon (37), warga negara Filipina, merupakan ABK kapal berbendera Marshall Islands.
Latar Belakang
Informasi kejadian diterima Kantor Basarnas Bali pada pukul 17.30 Wita pada Rabu (15/4) dari Zumar, selaku perwakilan agen kapal PT. Trans Cakrawala. Berdasarkan laporan, insiden tersebut diperkirakan terjadi pada pukul 03.00 Wita di hari yang sama di Perairan Pelabuhan Benoa.
ABK Filipina tersebut dilaporkan mengalami sakit sejak hari Minggu (12/4), namun baru dilaporkan setelah melihat kondisinya yang semakin memburuk, ditandai terjadi kejang, tubuh kaku, gemetar, mulut berbusa, serta kehilangan kontrol buang air kecil.
Proses Evakuasi
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Basarnas Bali langsung mengerahkan tim penyelamat. Pada pukul 18.30 Wita, empat personel tim penyelamat tiba di Pelabuhan Benoa dan selanjutnya dengan penambahan empat personel lagi mereka bergerak menuju titik intercept yang telah disepakati menggunakan RIB 02 Denpasar.
Pada pukul 20.00 Wita, akhirnya RIB 02 Denpasar berhasil menjangkau kapal kargo M/V Athanasia C. Proses evakuasi dilakukan dengan metode penurunan menggunakan crane dan jaring dari kapal menuju RIB.
Proses tersebut berjalan lancar dan selesai pada pukul 20.15 Wita. Tagayom Lorben Tubigon kemudian dibawa menuju Pelabuhan Benoa untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Penanganan Medis
Di darat, ia kemudian diserahkan kepada pihak agen kapal dan langsung dibawa menggunakan ambulans BBKK Denpasar Pos Pelabuhan Laut Benoa menuju RS Siloam. Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya menyampaikan dalam proses evakuasi medis ini Kantor Basarnas Bali dibantu Ditpolairud Polda Bali, tenaga medis dari RS Siloam, serta perwakilan agen kapal.
Unsur pendukung lainnya yang terlibat dalam operasi ini, antara lain TNI AL, VTS Benoa, KSOP Kelas II Benoa, Kantor Bantu Bea Cukai Benoa, Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar, serta BBKK Denpasar.
Evakuasi medis ini menunjukkan keseriusan dan kerja sama antar lembaga dalam menangani kejadian darurat di perairan. Dengan demikian, diharapkan ABK Filipina tersebut dapat segera mendapatkan penanganan medis yang tepat dan efektif.
Leave a Reply