Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Timor Tengah Utara NTT

Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Timor Tengah Utara NTT
Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Timor Tengah Utara NTT

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 21 April 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi dengan magnitudo 6,0 yang mengguncang wilayah Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa siang.

Lokasi dan Kedalaman Gempa

Berdasarkan informasi yang dikeluarkan oleh BMKG, pusat gempa tersebut berada di laut pada jarak 67 kilometer arah barat laut Timor Tengah Utara dengan kedalaman 31 kilometer.

Gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan.

Intensitas Gempa

BMKG merinci bahwa guncangan gempa ini dirasakan di sejumlah wilayah di NTT dengan skala intensitas yang beragam. Guncangan paling kuat dirasakan di Atambua dengan skala III-IV Modified Mercalli Intensity (MMI).

Selain di Atambua, getaran gempa juga dirasakan di Maumere dengan skala III MMI. Sementara itu di wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kefamenanu, Malaka, Soe, Lembata, Larantuka, Alor, hingga Ende merasakan guncangan dengan skala II-III MMI.

Dampak Gempa

Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi terkini tentang gempa bumi dan mengikuti instruksi dari pemerintah setempat. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat mengantisipasi dan menghadapi gempa bumi dengan lebih baik.

Gempa bumi merupakan bencana alam yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu siap dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi.

Wilayah Skala Intensitas
Atambua III-IV MMI
Maumere III MMI
Kota Kupang II-III MMI
Kabupaten Kupang II-III MMI
Kefamenanu II-III MMI
Malaka II-III MMI
Soe II-III MMI
Lembata II-III MMI
Larantuka II-III MMI
Alor II-III MMI
Ende II-III MMI

Skala II MMI artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Skala III MMI menggambarkan getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu, sementara skala IV MMI berarti pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan di luar rumah oleh beberapa orang, serta gerabah pecah maupun jendela/pintu berderit.

About Nikolaj Møller 163 Articles
Dari kota dingin Malang, muncul seorang jurnalis muda yang tidak terduga - Nikolaj Møller, yang awalnya terjun ke dunia sastra tetapi malah tertarik dengan dunia berita. Di balik profesinya, ia memiliki hobi yang unik: mengoleksi tanaman hias dan menjelajahi langit malam untuk mempelajari astronomi. Karirnya yang dimulai sejak 2011 telah membawanya ke dalam berbagai petualangan menarik, dan siapa sangka seorang pecinta kata-kata akan jatuh cinta dengan dunia berita?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*