Inggris Berisiko Kekurangan Pasokan Pangan Pasca-Blokade Hormuz

Inggris Berisiko Kekurangan Pasokan Pangan Pasca-Blokade Hormuz
Inggris Berisiko Kekurangan Pasokan Pangan Pasca-Blokade Hormuz

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 17 April 2026 | Inggris berisiko menghadapi kekurangan pasokan daging ayam, daging babi, dan sejumlah komoditas lainnya pada musim panas akibat ketegangan di Timur Tengah serta blokade Selat Hormuz.

Latar Belakang

Ketegangan di Timur Tengah telah meningkat sejak beberapa waktu lalu, terutama setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Teheran. Namun, pembicaraan antara Iran dan AS di Islamabad gagal mencapai kesepakatan, yang kemudian diikuti dengan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz.

Dampak Blokade Hormuz

Blokade Hormuz dapat mengganggu pasokan karbon dioksida yang krusial bagi sektor pangan di Inggris. Karbon dioksida berperan dalam memperpanjang masa simpan produk seperti salad, daging kemasan, dan makanan panggang. Gas itu juga digunakan dalam proses penyembelihan hampir seluruh babi dan lebih dari dua pertiga ayam.

Industri minuman juga menghadapi risiko karena karbon dioksida digunakan untuk memberi karbonasi pada minuman. Kekhawatiran muncul bahwa potensi kekurangan bir dapat terjadi bersamaan dengan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA yang dimulai pada 11 Juni mendatang.

Rencana Darurat Pemerintah

Pemerintah Inggris telah menyiapkan rencana darurat untuk menghadapi “skenario terburuk”. Rencana tersebut mengasumsikan bahwa blokade akan berlangsung hingga Juni 2026. Dalam kondisi kekurangan karbon dioksida, pemerintah akan memprioritaskan sektor nuklir dan kesehatan, di mana gas tersebut digunakan untuk memproduksi es kering yang berfungsi mendinginkan darah donor, organ, dan vaksin.

Jika terjadi kelangkaan, Inggris akan meningkatkan produksi karbon dioksida dengan mengurangi produksi sektor lain serta melonggarkan aturan antimonopoli. Meski demikian, tidak diperkirakan terjadi kekurangan pasokan pangan secara kritis, namun variasi produk di toko kemungkinan akan berkurang.

About Albina Potushnyak 129 Articles
Di antara hiruk pikuk kota Malang, hiduplah Albina Potushnyak, seorang penulis yang tidak sengaja menginjakkan kaki di dunia berita setelah lulus dari jurusan sastra. Ketika tidak sibuk menyelami buku sejarah dan mencari inspirasi, dia bisa ditemukan menyaksikan pertandingan e-sports sambil berteriak-teriak seperti penggemar sejati. Sejak menapakkan karirnya sejak 2019, Albina telah membuktikan bahwa bahkan mereka yang "nyasar" bisa menemukan jalan mereka sendiri dan membuatnya penuh dengan tawa dan kata-kata yang tajam.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*