KKP Wajibkan ‘Paspor’ Digital untuk Udang hingga Tuna di 2027

KKP Wajibkan 'Paspor' Digital untuk Udang hingga Tuna di 2027
KKP Wajibkan 'Paspor' Digital untuk Udang hingga Tuna di 2027

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 15 April 2026 | Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat daya saing ekspor melalui sistem ketertelusuran digital. Langkah ini menjawab tuntutan pasar global terhadap produk yang legal dan transparan.

Latar Belakang

Pasar internasional kini sangat ketat, produk ekspor harus dipastikan berasal dari praktik yang bertanggung jawab. KKP menghadirkan platform digital bernama Stelina, sistem ini berfungsi sebagai ‘paspor digital’ untuk melacak data perikanan dari hulu hingga hilir.

Stelina dan Fungsi

Stelina mengintegrasikan data mulai dari penangkapan, pengolahan, hingga pemasaran. Lewat sistem ini, pembeli luar negeri bisa mengetahui asal-usul ikan secara pasti. Stelina memungkinkan kita melihat perjalanan ikan secara end-to-end.

Tahap Fungsi
Penangkapan Stelina mencatat data penangkapan, termasuk lokasi dan waktu.
Pengolahan Stelina mencatat data pengolahan, termasuk proses dan bahan yang digunakan.
Pemasaran Stelina mencatat data pemasaran, termasuk harga dan tujuan ekspor.

Penerapan Sistem

KKP telah menyusun peta jalan hingga tahun 2027, dengan fokus pada komoditas unggulan ekspor seperti tuna, udang, dan rajungan. Ketiga komoditas ini ditargetkan sepenuhnya menerapkan sistem ketertelusuran. Pemerintah ingin memastikan produk unggulan tersebut tetap merajai pasar ekspor.

Ke depan, Stelina akan terhubung dengan sistem satu pintu nasional (INSW), integrasi ini bertujuan mempermudah para pengusaha dalam melakukan proses ekspor dan impor.

Dengan demikian, sistem ketertelusuran digital ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing ekspor Indonesia di pasar global, serta memastikan bahwa produk perikanan yang diekspor berasal dari praktik yang bertanggung jawab dan transparan.

About Albina Potushnyak 132 Articles
Di antara hiruk pikuk kota Malang, hiduplah Albina Potushnyak, seorang penulis yang tidak sengaja menginjakkan kaki di dunia berita setelah lulus dari jurusan sastra. Ketika tidak sibuk menyelami buku sejarah dan mencari inspirasi, dia bisa ditemukan menyaksikan pertandingan e-sports sambil berteriak-teriak seperti penggemar sejati. Sejak menapakkan karirnya sejak 2019, Albina telah membuktikan bahwa bahkan mereka yang "nyasar" bisa menemukan jalan mereka sendiri dan membuatnya penuh dengan tawa dan kata-kata yang tajam.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*