Penilaian Kinerja Menteri
Situs Portal Berita Stiperamuntai – 13 April 2026 | Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menanggapi hasil survei Lembaga Survei Studi Indonesia Raya (LSSIR) yang menyoroti kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Ia menegaskan, penilaian terhadap kinerja pejabat publik seharusnya tetap mengacu pada fakta dan capaian nyata.
Survei tersebut menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto masih berada di angka 70,5 persen. Namun, di sisi lain, terdapat catatan kritis terhadap sejumlah menteri, termasuk Bahlil, terkait isu konsistensi kebijakan hingga transparansi.
Kinerja Menteri ESDM
Meski demikian, Idrus memandang Bahlil sebagai salah satu figur penting dalam menjalankan agenda strategis pemerintah, khususnya di sektor energi nasional. Ia menilai, berbagai kebijakan yang dijalankan telah mengarah pada penguatan ketahanan dan kemandirian energi.
Bahlil berada di garis depan, memastikan masyarakat ikut menjadi Subyek – Pelaku dalam pengelolaan sumber daya alam, bukan hanya penonton, tidak jadi obyek. Ia juga menyoroti sejumlah langkah konkret yang telah dilakukan, seperti penataan sumur minyak rakyat, pemberantasan praktik mafia tambang, serta pencabutan izin usaha pertambangan yang tidak produktif.
Capaian Sektor Energi
Berdasarkan data Kementerian ESDM hingga awal 2026, capaian sektor energi menunjukkan tren positif. Lifting minyak nasional mengalami peningkatan bertahap, sementara produksi gas tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Di sektor hilirisasi, investasi pada komoditas strategis seperti nikel, tembaga, dan batu bara juga terus meningkat. Proyek-proyek berbasis smelter dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Selain itu, program transisi energi juga terus berjalan, termasuk pengembangan biodiesel B50 dan peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT). Program pro-rakyat seperti Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan listrik desa juga terus diperluas.
Rakyat di daerah terpencil yang puluhan tahun tidak menikmati listrik, sekarang sudah merasakan. Itu kerja nyata.
Penilaian Survei
Dalam kesempatan tersebut, Idrus juga mengingatkan agar hasil survei disikapi secara bijak dan tidak dilepaskan dari realitas di lapangan.
Kalau hasil survei berbeda dengan realitas dan tidak masuk akal, jangan salahkan kalau muncul kecurigaan. Bisa saja orang menilai ada faktor subjektivitas, bahkan mungkin karena pesanan.
Ia pun mengajak semua pihak untuk tetap menjaga persatuan dan melihat berbagai perbedaan secara objektif.
Kita semua adalah anak bangsa. Mari kita rawat rumah besar Indonesia ini bersama-sama, dengan semangat kebersamaan dan objektivitas.
Leave a Reply