Situs Portal Berita Stiperamuntai – 19 April 2026 | Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menekankan kembali pesan mendalam Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, dalam peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA). Megawati menegaskan bahwa rakyat Indonesia memikul tugas sejarah untuk menjadikan Pancasila sebagai garis hidup (lifeline) bagi terbentuknya tata dunia baru yang lebih adil.
Pancasila sebagai Garis Hidup
Hasto menjelaskan bahwa nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan keadilan dalam Pancasila harus dipraktikkan secara nyata agar Indonesia menjadi teladan bagi dunia. Prinsip-prinsip ini, lanjutnya, terbukti mampu bekerja dalam sistem internasional melalui mekanisme deliberatif seperti musyawarah untuk mufakat.
Kritik Pangkalan Militer Asing
Hasto juga menyoroti ketegangan geopolitik di Timur Tengah sebagai dampak nyata dari keberadaan pangkalan militer asing yang mencederai prinsip-prinsip Dasasila Bandung. “Apa yang terjadi di Timur Tengah sekarang menunjukkan bahwa adanya pangkalan militer asing menjadi pemicu pelanggaran Dasasila Bandung. Ini hanya mengatasnamakan kepentingan nasional negara tertentu yang merasa hegemoninya mampu mengatasi kedaulatan negara lain,” ungkap Hasto.
Pesan untuk Generasi Muda
Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga menitipkan pesan khusus bagi generasi muda Indonesia untuk membangun kepemimpinan masa depan dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, serta riset dan inovasi. “Membangun peningkatan kualitas peradaban kita dengan cara percaya kepada kekuatan diri sendiri,” tambah Hasto.
PDIP tetap memberikan catatan kritis terhadap program pemerintah saat ini, termasuk program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto. “Programnya sangat ideologis menyentuh kebutuhan rakyat, tetapi dalam praktiknya PDIP mencermati banyak suara masyarakat yang harus ditanggapi dengan terbuka,” tegas Hasto.
Leave a Reply