Purbaya: SAL Rp300 T Bikin Ekonomi Bergerak Lewat Invisible Hand

Purbaya: SAL Rp300 T Bikin Ekonomi Bergerak Lewat Invisible Hand
Purbaya: SAL Rp300 T Bikin Ekonomi Bergerak Lewat Invisible Hand

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 11 April 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp300 triliun di perbankan bekerja menggerakkan perekonomian dengan mekanisme invisible hand atau tangan tak terlihat.

Latar Belakang Kebijakan

Artinya, injeksi dana pemerintah itu mendorong perbankan mengoptimalkan fungsi intermediasi mereka sehingga aktivitas perekonomian dapat terakselerasi. Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak menargetkan program prioritas pemerintah sebagai fokus utama penyaluran dana.

“Kebijakan saya itu memaksa invisible hand berfungsi di sekitar finansial sehingga perbankan akan memilih proyek-proyek yang bagus dan membuat ekonomi bergerak,” ujar Purbaya.

Mekanisme Invisible Hand

Purbaya menyebut bahwa perbankan akan memilih target pembiayaan yang bisa menggerakkan perekonomian. “Nggak selalu program prioritas. Saya sebetulnya nggak peduli di mana mereka taruh (dana), secara teoretis ya. Tapi, begitu taruh di situ, dia (dana) akan menyebar ke sistem perekonomian karena banknya dipaksa oleh invisible hand,” jelas Menkeu.

“Jadi, strategi kita di belakang seperti itu, mengaktifkan invisible hand,” tuturnya.

Penempatan Dana SAL

Pemerintah sebelumnya sudah menempatkan dana SAL sebesar Rp200 triliun di perbankan. Dengan tambahan terbaru Rp100 triliun, total penempatan dana SAL kini mencapai sekitar Rp300 triliun.

Purbaya menjelaskan bahwa tambahan SAL itu diberikan dengan skema yang lebih fleksibel. Berbeda dengan penempatan sebelumnya sebesar Rp200 triliun yang lebih terarah, tambahan dana kali ini dapat dimanfaatkan Himpunan Bank Negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Negara (BPD) secara lebih luas untuk mendukung pembiayaan berbagai sektor ekonomi.

Penambahan dana tersebut dilakukan menjelang periode Lebaran guna memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga di tengah potensi peningkatan kebutuhan dana masyarakat.

Kebijakan itu juga menjadi respons atas dinamika pasar, khususnya kenaikan imbal hasil (yield) obligasi yang mencerminkan adanya tekanan likuiditas di sektor perbankan.

Dengan demikian, penempatan dana SAL di perbankan diharapkan dapat meningkatkan aktivitas perekonomian dan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

About Cyrill Gerard 63 Articles
Di Makassar, Cyrill Gerard mengembangkan passionnya sebagai penulis sejak 2008, memulai dari blogger hobi yang observatif terhadap dinamika sosial media. Dalam waktu luang, ia menyukai mengoleksi piringan hitam dan menganalisis fenomena di dunia maya. Dengan latar belakang ini, Cyrill membangun identitas sebagai pengamat sosial yang tajam dan kreatif. Ia memadukan hobi dan minatnya untuk menciptakan konten menarik dan inspiratif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*