Situs Portal Berita Stiperamuntai – 09 April 2026 | Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M melalui transformasi digital dan pengawasan ketat. Fokus utama tahun ini adalah memastikan kenyamanan jemaah melalui visi Tri Sukses Haji: Sukses Ritual, Ekosistem Ekonomi, dan Peradaban.
Transformasi Digital dan Inovasi
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Moch. Irfan Yusuf, melakukan soft launching aplikasi Persiapan Haji serta inovasi Haji dan Umrah Store. Aplikasi ini dirancang agar jemaah tidak lagi terbebani urusan logistik selama di Tanah Suci.
"Aplikasi Haji dan Umrah Store kami hadirkan agar jemaah tidak terbagi fokusnya pada urusan belanja oleh-oleh dan logistik. Jemaah dapat lebih khusyuk beribadah, sementara kebutuhan lainnya difasilitasi dengan baik," jelas Irfan Yusuf di Tangerang, Kamis (9/4/2026).
Distribusi Kartu Nusuk
Belajar dari evaluasi tahun lalu, Kemenhaj mengambil kebijakan strategis dengan mendistribusikan kartu mobilitas Nusuk di tanah air sebelum keberangkatan. Langkah ini diambil untuk mencegah keterlambatan distribusi yang sering menghambat pergerakan jemaah di Arab Saudi.
Menhaj menegaskan bahwa pelayanan tahun ini harus benar-benar ramah lansia, perempuan, dan disabilitas tanpa ada kendala teknis yang berulang.
"Permasalahan seperti keluarga terpisah, keterlambatan distribusi Nusuk, konsumsi pada hari tasyrik, hingga transportasi harus menjadi perhatian serius. Tidak ada toleransi," tegas Menhaj.
Pengawasan dan Pelayanan
Dalam hal pengawasan, Kemenhaj bekerja sama dengan Komisi VIII DPR RI untuk memantau langsung fasilitas di Arab Saudi. Pemerintah berkomitmen melakukan penggantian hotel secara instan jika ditemukan fasilitas yang tidak sesuai standar kelayakan bagi jemaah Indonesia.
Menhaj juga berpesan kepada seluruh petugas agar menjaga dedikasi tinggi dan menjadikan pelayanan sebagai bagian dari ibadah.
"Saya optimistis penyelenggaraan haji tahun ini akan berjalan lancar, aman, dan penuh berkah," pungkasnya.
Penyelenggaraan haji tahun ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan sukses, sehingga jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan nyaman. Dengan adanya transformasi digital dan inovasi, diharapkan pelayanan kepada jemaah dapat menjadi lebih baik dan efisien.
Leave a Reply