Kisah Remaja 15 Tahun Asal Ranah Minang Menjemput Panggilan Haji

Kisah Remaja 15 Tahun Asal Ranah Minang Menjemput Panggilan Haji
Kisah Remaja 15 Tahun Asal Ranah Minang Menjemput Panggilan Haji

Latar Belakang

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 27 April 2026 | Latifa Syafvina Putri Zuhrizal, remaja berusia 15 tahun asal Kota Padang, Sumatera Barat, tidak pernah menyangka dirinya berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji di usia yang terbilang begitu muda. Di saat ribuan, bahkan jutaan orang di Indonesia harus menunggu antrean haji, hingga puluhan tahun, ia malah mendapatkan sebuah “keistimewaan”. Latifa bukanlah anak pejabat ataupun konglomerat, melainkan lahir dari keluarga sederhana di salah satu sudut Kota Padang. Sehari-hari, ibunya berjualan kerupuk cabai. Sementara ayah Latifa telah meninggal dunia pada 2021.

Perjalanan Spiritual

Kematian sang ayah tercinta yang bernama Zuhrizal sejatinya menjadi pukulan telak bagi Latifa yang masih berusia belia. Padahal, sebelum berpulang, ayahnya tercatat sebagai calon jamaah haji yang dijadwalkan berangkat bersama sang istri pada 2023. Dua tahun usai kepergian ayahnya, pihak keluarga bermufakat serta memutuskan agar kuota haji atas nama almarhum dialihkan kepada Latifa. Namun, rencana itu buyar, setelah mengetahui salah satu syarat untuk menunaikan ibadah haji, saat itu ialah minimal berusia 18 tahun, sementara Latifa tidak memenuhi persyaratan tersebut.

Persiapan Ibadah Haji

Panggilan spiritual itu akhirnya tiba pada musim haji 1447 Hijriah, seiring dengan adanya perubahan usia minimum bagi jamaah calon haji dalam aturan yang dikeluarkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Lala resmi tercatat sebagai calon haji asal Kota Padang yang tergabung pada kelompok terbang (kloter) pertama. Ia sekaligus menjadi calon jamaah haji termuda dari Sumbar yang diberangkatkan pada musim haji 2026 berdasarkan catatan dari Kantor Wilayah Kemenhaj provinsi setempat.

Sebelum bertolak ke Tanah suci, Lala bercerita bahwa ia tidak pernah menyangka akan menunaikan rukun islam kelima itu bersama ibundanya. Ia bahkan telah mengikhlaskan kuota almarhum sang ayah agar diisi oleh saudaranya yang lain, usai gagal berangkat pada 2023. Menurut dia, terdapat beberapa pertimbangan, sebelum memutuskan untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini.

Pesan dan Harapan

Sebagai calon haji termuda asal Ranah Minang, ia berpesan ibadah haji tidak selalu harus menunggu di usia senja. Adakalanya takdir memilih seseorang untuk berangkat lebih cepat, bahkan di usia yang sangat belia sekalipun. “Kalau misalnya ada kesempatan untuk berangkat haji selagi muda, manfaatkanlah sebaik mungkin,” saran dia.

Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sumbar M Rifki mengatakan Latifa Syafvina Putri Zuhrizal merupakan calon haji termuda asal Kota Padang yang bertolak ke tanah suci pada Jumat (24/4) pukul 01.05 WIB. Rifki menjelaskan Latifa merupakan calon haji yang berangkat karena menggantikan orang tua laki-lakinya yang wafat pada 2021.

No Nama Usia
1 Latifa Syafvina Putri Zuhrizal 15

Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Harry Alexander menjelaskan pentingnya mendaftarkan diri sebagai calon haji sejak muda. Berdasarkan data BPKH 2024, sekitar 75 persen pendaftar haji Indonesia sudah berada di usia 40 tahun.

About Marcos Méndez 214 Articles
Dari Semarang, kota yang penuh dengan cerita, Marcos Méndez memulai petualangannya di dunia penulisan sejak 2014, sering membawanya keliling Indonesia untuk menyajikan liputan yang menarik. Sebagai seorang tech enthusiast, ia selalu menggabungkan teknologi dengan passionnya pada buku sejarah, menciptakan perspektif unik dalam setiap tulisannya. Dalam perjalanan karirnya, Marcos Méndez terus mengeksplorasi dan mencari inspirasi baru, membentuknya menjadi penulis yang dinamis dan kreatif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*