Situs Portal Berita Stiperamuntai – 17 April 2026 | Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan seluruh pihak agar menjadikan data dan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai acuan untuk memperkuat mitigasi dan koordinasi lintas sektor guna mencegah terjadinya dampak musim kemarau di tanah air.
Latar Belakang
BMKG memprediksi musim kemarau tahun 2026 di Indonesia akan datang lebih awal, yakni pada April–Juni diwarnai dengan El Nino Godzila sehingga kemarau diperkirakan berlangsung lebih kering dan lebih panjang jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Sekitar 64,5 persen wilayah diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal, dengan puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus–September 2026.
Dampak Musim Kemarau
Dampak musim kemarau seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta gagal panen harus dicegah sejak dini.
Untuk itu, Lestari meminta agar masyarakat tidak salah kaprah dalam menyikapi fenomena cuaca yang terjadi.
Langkah Mitigasi
Langkah mitigasi yang dilakukan harus dimulai dengan memahami fenomena cuaca yang akan dihadapi pada pekan-pekan mendatang.
Para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah harus memberi pemahaman yang tepat kepada masyarakat, sebagai bagian dari langkah mitigasi yang dilakukan.
Seluruh data BMKG ini harus dimanfaatkan untuk mempersiapkan fasilitas dan skema mitigasi sejak dini, dengan menetapkan sejumlah kebijakan yang dapat dipahami dan berorientasi pada upaya perlindungan masyarakat.
Lestari menekankan bahwa seluruh pihak harus bekerja sama untuk mencegah terjadinya bencana yang sebenarnya bisa dicegah.
Untuk itu, Lestari meminta agar masyarakat dan pemerintah bekerja sama untuk menghadapi musim kemarau yang akan datang.
Leave a Reply