UMY Minta Pemerintah Benahi Ketimpangan Penerimaan Mahasiswa PTN dan PTS

UMY Minta Pemerintah Benahi Ketimpangan Penerimaan Mahasiswa PTN dan PTS
UMY Minta Pemerintah Benahi Ketimpangan Penerimaan Mahasiswa PTN dan PTS

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 23 April 2026 | Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara resmi meminta pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk merevisi kebijakan penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) yang dinilai menciptakan ketimpangan struktural dalam ekosistem pendidikan tinggi nasional.

Latar Belakang

Dalam empat tahun terakhir, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi maupun Kementerian Agama disebut telah menyerap tambahan sekitar 1,4 juta mahasiswa baru. Angka tersebut berdampak langsung dan terukur terhadap penurunan peminat di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) seluruh Indonesia.

Penyebab Ketimpangan

Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menyatakan bahwa PTN BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum) dan PTN BLU (Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum) selama empat tahun terakhir menambah sekitar satu juta empat ratus mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa PTN memiliki kelebihan dalam hal anggaran dan infrastruktur, sehingga dapat menarik lebih banyak mahasiswa.

Nurmandi menegaskan bahwa ketimpangan ini bersifat struktural dan tidak adil secara sistemis. PTN dibangun menggunakan anggaran negara (APBN), tenaga pengajarnya digaji dari APBN, dan infrastrukturnya diproteksi oleh pemerintah. Sementara PTS membangun seluruh infrastruktur secara mandiri tanpa subsidi operasional dari negara.

Perbandingan dengan Negara Lain

Sebagai perbandingan, Nurmandi menyebut Korea Selatan dan Taiwan sebagai contoh negara dengan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih berimbang. Di kedua negara itu, subsidi pemerintah kepada PTS diberikan secara proporsional berdasarkan jumlah mahasiswa, dan kuota penerimaan mahasiswa baru dikelola secara nasional tanpa diskriminasi antara PTN dan PTS.

Berikut adalah tabel perbandingan antara PTN dan PTS di Indonesia dengan negara-negara lain:

Negara PTN PTS
Indonesia 1,4 juta mahasiswa baru penurunan peminat
Korea Selatan subsidi pemerintah subsidi pemerintah
Taiwan subsidi pemerintah subsidi pemerintah

Tindakan yang Diperlukan

Sekretaris Universitas UMY, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., MPA, menambahkan bahwa perjuangan advokasi ini telah dilakukan secara terorganisir. Perwakilan UMY melalui Majelis Pendidikan Tinggi Muhammadiyah, bersama rektor-rektor PTS dan asosiasi perguruan tinggi swasta, telah bertemu langsung dengan Komisi DPR yang membidangi pendidikan.

Dari pertemuan tersebut, DPR mengonfirmasi bahwa fenomena ini bukan kasus terisolasi, melainkan masalah sistemik yang dirasakan oleh PTS di seluruh pelosok negeri. Oleh karena itu, pemerintah di tingkat eksekutif telah berjanji untuk membuat regulasi baru yang akan membatasi penerimaan mahasiswa S1 PTN, khususnya melalui jalur Seleksi Mandiri.

Dengan demikian, diharapkan bahwa ketimpangan antara PTN dan PTS dapat berkurang, dan ekosistem pendidikan tinggi nasional dapat menjadi lebih berimbang.

About Cyrill Gerard 178 Articles
Di Makassar, Cyrill Gerard mengembangkan passionnya sebagai penulis sejak 2008, memulai dari blogger hobi yang observatif terhadap dinamika sosial media. Dalam waktu luang, ia menyukai mengoleksi piringan hitam dan menganalisis fenomena di dunia maya. Dengan latar belakang ini, Cyrill membangun identitas sebagai pengamat sosial yang tajam dan kreatif. Ia memadukan hobi dan minatnya untuk menciptakan konten menarik dan inspiratif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*