Sikap Gibran ke JK Dinilai Tanda Kedewasaan Berpolitik

Sikap Gibran ke JK Dinilai Tanda Kedewasaan Berpolitik
Sikap Gibran ke JK Dinilai Tanda Kedewasaan Berpolitik

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 25 April 2026 | Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka baru-baru ini menyebut Jusuf Kalla sebagai senior, mentor, sekaligus idolanya. Pernyataan tersebut menuai apresiasi dari pakar komunikasi politik Universitas Indonesia sekaligus Direktur Eksekutif Nusakom Pratama Institute, Ari Junaedi. Menurut Ari, pernyataan Gibran menunjukkan kematangan dalam berkomunikasi secara politik.

Latar Belakang

Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden Indonesia, baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat Daya. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan bantuan belanja sembako senilai Rp500 ribu untuk 100 mama Papua. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah terpencil.

Di tengah-tengah kunjungan tersebut, Gibran juga menyampaikan pernyataan yang menarik perhatian publik. Ia menyebut Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Indonesia, sebagai sosok senior yang berpengalaman dan memiliki banyak kontribusi bagi bangsa. Gibran juga mengaku bersyukur atas arahan dan pandangan yang diberikan oleh Jusuf Kalla.

Analisis

Ari Junaedi, pakar komunikasi politik, mengapresiasi sikap Gibran yang menyebut Jusuf Kalla sebagai senior, mentor, sekaligus idolanya. Menurut Ari, pernyataan tersebut menunjukkan kematangan Gibran dalam berkomunikasi secara politik. Ia juga menilai respons Gibran yang tetap santun dan tenang ketika menjawab pertanyaan publik mengenai dinamika politik nasional menjadi contoh sikap yang tidak memperkeruh suasana.

Ari menilai Gibran tidak terpancing oleh pertanyaan media yang berpotensi memicu respons emosional. Jika ditanggapi dengan emosi, situasi politik nasional justru bisa menjadi lebih tegang. Ia menyebut hal itu menunjukkan bahwa Gibran telah banyak belajar mengenai pola komunikasi politik yang tepat.

Konteks Politik

Perlu diingat bahwa pernyataan Gibran tersebut disampaikan dalam konteks politik yang cukup kompleks. Belakangan ini, tekanan yang dirasakan masyarakat akibat kenaikan harga sejumlah komoditas, seperti bahan bakar minyak non-subsidi, elpiji non-subsidi, serta harga plastik yang dipengaruhi dinamika geopolitik global, telah meningkat. Oleh karena itu, sikap Gibran yang menenangkan dan bijak dalam menyikapi situasi tersebut sangat penting.

Lebih lanjut, Ari menilai sikap Gibran juga merupakan bagian dari upaya meredam meningkatnya tensi politik dalam beberapa waktu terakhir. Ia juga mengaitkan langkah komunikasi Gibran dengan konsep “spiral of silence” yang diperkenalkan oleh Elisabeth Noelle-Neumann. Dalam teori tersebut, seseorang berupaya memecah dominasi opini publik tertentu agar ruang pandangan lain dapat muncul.

Dalam sepekan terakhir, perhatian publik juga tertuju pada pernyataan Jusuf Kalla terkait Joko Widodo. JK menyatakan bahwa dirinya yang mengusulkan nama Jokowi kepada Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta. JK juga menyebut Jokowi akhirnya menjadi Presiden ke-7 RI berkat dukungannya.

Sementara itu, pernyataan Gibran yang disampaikan saat kunjungan kerja di Papua dinilai mampu menenangkan suasana. Saat memberikan keterangan usai meninjau rumah sakit di Sorong, ia menyebut JK sebagai sosok senior yang berpengalaman dan memiliki banyak kontribusi bagi bangsa, terutama dalam penyelesaian konflik di berbagai daerah.

Gibran juga menyampaikan apresiasinya atas berbagai masukan dan evaluasi dari tokoh yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia tersebut. Ia menilai Jusuf Kalla sebagai teladan yang patut dihormati serta mengaku bersyukur atas arahan dan pandangan yang diberikan oleh tokoh senior tersebut. Bahkan, Gibran menyebut JK sebagai salah satu sosok yang ia idolakan.

Secara keseluruhan, pernyataan Gibran tersebut menunjukkan kematangan dalam berkomunikasi secara politik dan upaya untuk meredam tensi politik yang meningkat. Dengan sikap yang bijak dan santun, Gibran telah menunjukkan kemampuan sebagai seorang pemimpin yang mampu menyelesaikan konflik dan membangun harmoni dalam masyarakat.

About Cyrill Gerard 195 Articles
Di Makassar, Cyrill Gerard mengembangkan passionnya sebagai penulis sejak 2008, memulai dari blogger hobi yang observatif terhadap dinamika sosial media. Dalam waktu luang, ia menyukai mengoleksi piringan hitam dan menganalisis fenomena di dunia maya. Dengan latar belakang ini, Cyrill membangun identitas sebagai pengamat sosial yang tajam dan kreatif. Ia memadukan hobi dan minatnya untuk menciptakan konten menarik dan inspiratif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*