Situs Portal Berita Stiperamuntai – 31 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini melemah 35 poin atau 0,20 persen menjadi Rp17.881 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.846 per dolar AS.
Pengaruh Harga Minyak terhadap Rupiah
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan ini disebabkan oleh harga minyak yang sangat fluktuatif. Menurutnya, harga minyak tetap sangat fluktuatif dalam beberapa sesi terakhir karena pasar bereaksi terhadap berita utama yang saling bertentangan seputar negosiasi gencatan senjata.
Prospek Gencatan Senjata dan Pengaruhnya terhadap Pasar Minyak
Prospek gencatan senjata ini mengurangi kekhawatiran atas kekurangan pasokan langsung dan mendukung harapan bahwa aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz dapat secara bertahap kembali normal. Namun, lalu lintas melalui jalur air strategis tersebut tetap jauh di bawah tingkat sebelum konflik, sehingga premi risiko geopolitik tetap berdampak ke pasar minyak.
Dampak Kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat terhadap Rupiah
Adapun dari domestik, kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang menahan suku bunga di level tinggi memicu larinya arus modal asing dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Investor cenderung memindahkan asetnya ke instrumen berisiko rendah di AS yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.883 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.789 per dolar AS.
Dalam beberapa waktu terakhir, sentimen pasar sempat membaik pasca muncul laporan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai draf kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari, sementara negosiasi terus berlanjut mengenai program nuklir Iran dan isu-isu keamanan regional.
Sentimen lain berasal dari data-data ekonomi AS seperti inflasi dan pertumbuhan yang tak sesuai perkiraan turut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Leave a Reply