Pengantar
Situs Portal Berita Stiperamuntai – 05 Mei 2026 | Baru-baru ini, seorang vlogger asal Inggris yang tinggal di Tiongkok melakukan sebuah uji coba yang berani: ia meletakkan laptop di meja kafe yang ramai, lalu pergi. Satu jam kemudian, saat ia kembali, laptop itu masih tetap di atas meja. Si vlogger tersebut tak bisa menahan rasa kagumnya di depan kamera, “Sungguh luar biasa.” Tes keamanan semacam ini kini menjadi cara baru bagi banyak orang asing untuk mengamati Tiongkok.
Rasa Aman Ala Tiongkok
Sejalan dengan itu, istilah “rasa aman ala Tiongkok” menjadi viral di platform media sosial luar negeri. Mulai dari paket yang menumpuk di pinggir jalan tanpa ada yang mengambil, pemilik toko yang tertidur sementara pelanggan dengan sadar memindai kode pembayaran, hingga kebebasan beraktivitas pada larut malam atau berlari di dini hari—semua ini membuat warga asing terkesan. Seorang netizen asing berkomentar, “Saat pertama kali datang ke Tiongkok, saya takut akan bahaya, tapi ternyata bahaya terbesar adalah terlalu banyak makanan lezat yang bikin berat badan naik!”
Tingkat Kejahatan yang Rendah
Saat ini, Tiongkok adalah salah satu negara di dunia dengan tingkat kejahatan pembunuhan terendah, tingkat kejahatan kriminal terendah, dan jumlah kasus senjata api serta bahan peledak paling sedikit. Laporan Keamanan Global 2025 dari Gallup (AS) menunjukkan bahwa rasa aman masyarakat serta “indeks hukum dan ketertiban” di Tiongkok jauh melampaui negara-negara besar Barat. Data resmi Tiongkok menunjukkan bahwa pada tahun 2025, rasa aman masyarakat Tiongkok mencapai 98,2%. Indeks ini telah terpelihara di atas 98% selama enam tahun berturut-turut.
| Tahun | Rasa Aman Masyarakat |
|---|---|
| 2020 | 97,5% |
| 2021 | 98,0% |
| 2022 | 98,1% |
| 2023 | 98,2% |
| 2024 | 98,2% |
| 2025 | 98,2% |
Bagaimana Rasa Aman Ala Tiongkok Terbentuk
Bagaimana “rasa aman ala Tiongkok” ini terbentuk? Dari sisi langkah konkret, pemberdayaan teknologi digital Tiongkok yang mendalam, serta sistem tata kelola yang efisien dengan mobilisasi seluruh masyarakat dan pencegahan serta pengendalian berbasis partisipasi publik, telah menciptakan jaring pengaman yang kokoh. Dari akar yang lebih dalam, seiring dengan kemajuan modernisasi ala Tiongkok, taraf hidup masyarakat Tiongkok terus meningkat, sehingga rasa aman dari dalam hati pun semakin kuat. Rasa aman yang digerakkan oleh berbagai faktor ini menjadi bukti nyata keberhasilan “tata kelola Tiongkok” dan menunjukkan keunggulan sistem Tiongkok.
Menggali lebih dalam rasa aman ini, kita akan menemukan akar budaya yang mendalam. Selama ribuan tahun, konsep-konsep dalam budaya tradisional Tiongkok seperti “Dunia untuk kepentingan bersama”, “Harmoni sebagai nilai tertinggi”, dan “bergotong royong” telah tertanam kuat dalam gen masyarakat Tiongkok. Seperti yang dikatakan seorang pria asal Inggris, setelah datang ke Tiongkok, ia belajar kembali untuk percaya, dan rasa aman tanpa kecurigaan ini sangat berharga.
Saat ini, di tengah meningkatnya konflik geopolitik global dan ketidakstabilan dunia, “rasa aman ala Tiongkok” semakin terasa nilainya. Kepedulian dan penerimaan netizen asing terhadap “rasa aman ala Tiongkok” berakar pada harapan bersama akan ketenteraman hidup dan kejaran bersama terhadap kehidupan indah. Rasa aman yang diberikan Tiongkok kepada dunia ini membuat visi sederhana “satu keluarga sedunia” terasa nyata dan hangat.
Leave a Reply