Situs Portal Berita Stiperamuntai – 27 April 2026 | Program magang nasional yang diluncurkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merupakan salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan pengangguran di kalangan lulusan baru atau fresh graduate. Menurut pengamat ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Tadjudin Nur Effendi, program magang nasional menjadi angin segar bagi lulusan baru yang kesulitan mencari pekerjaan.
Program Magang Nasional: Solusi Pengangguran
Program magang nasional ini memberikan kesempatan kepada lulusan baru untuk mendapatkan pengalaman kerja dan keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Meskipun peserta magang tidak sepenuhnya diserap oleh perusahaan setelah masa magang selesai, mereka memiliki sertifikasi atau pengalaman kerja yang bisa digunakan untuk mendaftar di perusahaan lain.
"Itu angin segar. Apresiasi betul itu untuk pemerintah bisa memberi tempat magang 11 ribuan peserta. Mungkin bisa ditingkatkan lagi," ujar Effendi. Ia menilai program tersebut menjadi solusi untuk permasalahan pengangguran yang dihadapi oleh angkatan kerja baru yang baru lulus kuliah.
Keuntungan Program Magang Nasional
Program magang nasional memiliki beberapa keuntungan bagi lulusan baru. Pertama, mereka dapat mendapatkan pengalaman kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan. Kedua, mereka dapat memperoleh sertifikasi atau pengalaman kerja yang bisa digunakan untuk mendaftar di perusahaan lain. Ketiga, program magang nasional dapat membantu mengurangi jumlah pengangguran di dalam negeri.
"Iya, program ini membantu juga karena mereka akan punya sertifikat yang membantu mereka mencari kerja di tempat lain. Kan bisa melamar ke tempat lain dengan modal sertifikat bahwa dia pernah magang dan punya keterampilan tertentu," ujar Effendi.
Harapan untuk Program Magang Nasional
Ia pun berharap agar ke depannya, program magang nasional bisa menjaring peserta dengan jumlah yang lebih banyak, bahkan mencapai 25 ribu peserta magang. Effendi juga berharap perusahaan bisa merekrut peserta magang untuk menjadi pegawainya ketika periode magang berakhir, sehingga bisa mengurangi jumlah pengangguran di dalam negeri.
"Tapi, jangan diwajibkan (perusahaan merekrut). Artinya, sesuai dengan kebutuhan perusahaan masing-masing. Jadi, anak-anak sarjana yang sudah dilatih, kemudian dapat kerja, itu kan membuat lega," ujar Effendi.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi menutup pelaksanaan program Magang Nasional 2025 Tahap I yang sudah bergulir sejak 20 Oktober 2025 hingga 19 April 2026. Ia mengatakan saat ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang melakukan penghitungan terkait berapa banyak peserta Magang Nasional yang pada akhirnya direkrut oleh perusahaan atau industri tempatnya melakukan magang selama kurang lebih enam bulan tersebut.
Adapun peserta yang menyelesaikan program selama 6 bulan akan mendapatkan sertifikat magang, sedangkan peserta yang mengikuti lebih dari 3 bulan, tapi jika kurang dari 6 bulan akan memperoleh surat keterangan.
| No | Jumlah Peserta | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | 14.952 | Peserta Magang Nasional Tahap 1A |
| 2 | 1.160 | Peserta Magang Nasional Tahap 1B |
| 3 | 11.110 | Peserta Aktif Batch Pertama 1A |
| 4 | 839 | Peserta Aktif Batch Pertama 1B |
Dengan demikian, program magang nasional dapat membantu mengatasi permasalahan pengangguran di kalangan lulusan baru dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk mendapatkan pengalaman kerja dan keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Leave a Reply