Produk Fesyen RI Catatkan Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Jepang

Produk Fesyen RI Catatkan Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Jepang
Produk Fesyen RI Catatkan Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Jepang

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 05 Mei 2026 | Produk fesyen Indonesia mencatatkan potensi transaksi hingga Rp17 miliar dalam ajang Pop Up Store Kobe-Jepang 2026 pada 15-21 April 2026.

Latar Belakang

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut produk fesyen dan aksesori Indonesia mencatat potensi transaksi sebesar 1 juta dolar AS atau sekitar Rp17 miliar dalam ajang Pop Up Store Kobe-Jepang 2026. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan capaian ini menegaskan semakin kuatnya daya saing produk kreatif tanah air di pasar Jepang yang dikenal ketat dan berstandar tinggi.

“Potensi transaksi yang diraih juga menunjukkan produk Indonesia semakin diterima dan mampu bersaing di pasar global, khususnya di segmen yang menuntut kualitas dan desain tinggi,” ujar Puntodewi dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu.

Penandatanganan Nota Kesepahaman

Potensi transaksi sebesar 1 juta dolar AS ini direpresentasikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Dan Liris dari Indonesia dan Bee-First Co., Ltd dari Jepang. Penandatanganan turut disaksikan Fajarini Puntodewi dan Konsul Jenderal RI di Osaka John Tjahjanto secara daring dan Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Osaka Didit Akhdiat Suryo secara luring.

Partisipasi Indonesia

Partisipasi tersebut merupakan hasil kolaborasi Kemendag melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Osaka dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka.

Sebanyak 16 jenama Indonesia ambil bagian di ajang ini melalui Paviliun Indonesia. Para pelaku usaha ini memamerkan aksesori, perhiasan, dan pakaian.

Sementara itu, Kepala ITPC Osaka Didit Akhdiat Suryo menegaskan pentingnya pendekatan promosi yang lebih terarah dan berkelanjutan. Ia pun menyampaikan kesiapan perwakilan perdagangan RI di negara-negara tujuan ekspor untuk menjembatani pelaku usaha kedua negara.

“Melalui promosi terintegrasi Pop Up Store, kami memperkenalkan produk Indonesia yang berkualitas dengan pendekatan yang menekankan story telling dan koneksi emosional dengan konsumen Jepang. Langkah ini menjadi kunci memperkuat penetrasi produk Indonesia di pasar Jepang,” jelas Didit.

Perdagangan Indonesia-Jepang

Jepang merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Pada 2025, total perdagangan kedua negara tercatat mencapai 32,08 miliar dolar AS dengan nilai ekspor Indonesia sebesar 17,61 miliar dolar AS.

Khusus sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), Jepang menjadi tujuan ekspor terbesar kedua dengan nilai mencapai 1,02 miliar dolar AS atau 8,53 persen dari total ekspor TPT nasional.

Tren positif ini berlanjut pada awal 2026, dengan ekspor TPT Januari-Februari mencapai 180 juta dolar AS atau naik 3,59 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Beberapa ekspor TPT Indonesia ke Jepang di antaranya adalah pakaian jadi, kain, benang, serat sintetis, produk kreatif fesyen, dan produk kreatif interior.

Dengan demikian, produk fesyen dan aksesori Indonesia semakin mendapatkan tempat di pasar Jepang, yang dikenal memiliki standar kualitas dan desain yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa produk Indonesia mampu bersaing di pasar global dan memiliki potensi untuk terus berkembang.

About Nikolaj Møller 308 Articles
Dari kota dingin Malang, muncul seorang jurnalis muda yang tidak terduga - Nikolaj Møller, yang awalnya terjun ke dunia sastra tetapi malah tertarik dengan dunia berita. Di balik profesinya, ia memiliki hobi yang unik: mengoleksi tanaman hias dan menjelajahi langit malam untuk mempelajari astronomi. Karirnya yang dimulai sejak 2011 telah membawanya ke dalam berbagai petualangan menarik, dan siapa sangka seorang pecinta kata-kata akan jatuh cinta dengan dunia berita?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*