Polisi Identifikasi 19 Siswa Pelaku Kekerasan di SMA Taruna Kasuari

Polisi Identifikasi 19 Siswa Pelaku Kekerasan di SMA Taruna Kasuari
Polisi Identifikasi 19 Siswa Pelaku Kekerasan di SMA Taruna Kasuari

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 06 Mei 2026 | Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manokwari, Papua Barat, mengidentifikasi sebanyak 19 siswa kelas XI SMA Negeri Taruna Kasuari Nusantara yang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap siswa junior kelas X.

Latar Belakang Kekerasan

Kepala Satuan Reskrim Polresta Manokwari AKP Agung Gumara Samosir di Manokwari, Sabtu, mengatakan pemeriksaan korban dan saksi masih terus berlanjut guna mengetahui peran masing-masing terduga pelaku.

Proses Penyelidikan

Penyidik juga telah berkoordinasi dengan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Manokwari serta Badan Pemasyarakatan (Bapas) Manokwari, guna memastikan hak-hak siswa tetap terpenuhi selama proses hukum berlangsung.

Tentu kami mengedepankan prosedur dan ketentuan yang berkaitan dengan perlindungan anak, ucap Agung.

Tindakan Penganiayaan

Saat ini, kata dia, penyidik telah memeriksa 12 siswa kelas X yang menjadi korban penganiayaan oleh siswa senior dan akan dilanjutkan pada Senin (27/4) karena masih terdapat sejumlah siswa yang belum memenuhi panggilan.

Berdasarkan keterangan para korban, tindakan penganiayaan yang terjadi pada Rabu (24/4) sekira pukul 20.00 WIT diawali dengan arahan dari siswa kelas XI agar berkumpul di ruangan kelas untuk kegiatan pembelajaran malam.

Setelah siswa kelas X kumpul, lampu dimatikan lalu terjadilah penganiayaan. Ada unsur sengaja dan rencana untuk melakukan kekerasan, jelas Agung.

Kepolisian, kata dia, senantiasa membuka ruang penyelesaian perkara dimaksud melalui pendekatan keadilan restoratif apabila memenuhi syarat formil maupun materiil serta disepakati oleh orang tua siswa yang menjadi korban dan pelaku.

Hal ini sesuai ketentuan yang diatur melalui Peraturan Kepolisian Nomor 8 Tahun 2021 dan tetap mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012, karena pelaku masih berstatus anak di bawah umur.

Kalau korban tidak mau, ya kasusnya tetap lanjut. Tetapi, tetap mengedepankan prinsip perlindungan anak, ujarnya.

About Marcos Méndez 295 Articles
Dari Semarang, kota yang penuh dengan cerita, Marcos Méndez memulai petualangannya di dunia penulisan sejak 2014, sering membawanya keliling Indonesia untuk menyajikan liputan yang menarik. Sebagai seorang tech enthusiast, ia selalu menggabungkan teknologi dengan passionnya pada buku sejarah, menciptakan perspektif unik dalam setiap tulisannya. Dalam perjalanan karirnya, Marcos Méndez terus mengeksplorasi dan mencari inspirasi baru, membentuknya menjadi penulis yang dinamis dan kreatif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*