Situs Portal Berita Stiperamuntai – 22 April 2026 | Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah menegaskan komitmen integritas menjelang kedatangan jemaah haji kloter pertama. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah larangan keras bagi petugas untuk menerima imbalan atau tips dalam bentuk apa pun dari jemaah.
Komitmen Integritas Petugas Haji
Kepala Daker Madinah, Khalillurahman, menyatakan bahwa seluruh layanan yang diberikan kepada jemaah adalah bagian dari tugas resmi negara yang tidak boleh dipungut biaya tambahan secara pribadi.
"Jamaah tidak perlu memberikan uang dan petugas pun tidak boleh menerima uang dari jamaah. Kalau ada petugas yang meminta uang, laporkan kepada kami, laporkan kepada kepala sektor atau kepala daker untuk kami tindak," kata Khalillurahman saat memimpin apel pagi serempak di Madinah, Selasa (21/4/2026).
Persiapan Petugas Haji
Apel pagi yang digelar di seluruh sektor ini bertujuan untuk memantapkan kesiapan mental dan fisik para petugas. Khalillurahman mengingatkan kembali bahwa keberadaan petugas di tanah suci sepenuhnya untuk kepentingan jemaah.
"Tujuan yang pertama adalah untuk membangun komitmen kembali mereka bahwa mereka adalah petugas, di mana tugas mereka memberikan pembinaan, pelayanan, dan pelindungan," ujar Khalillurahman.
Waspada Terhadap Penipuan
Selain masalah integritas internal, pihak PPIH juga meminta jemaah untuk waspada terhadap pihak-pihak luar yang memanfaatkan situasi. Jemaah diimbau hanya meminta bantuan kepada personel yang mengenakan atribut resmi berupa rompi dengan identitas nama, logo Kementerian Haji dan Umrah, serta tulisan "Petugas Haji Indonesia".
"Mintalah bantuan kepada petugas resmi yang menggunakan seragam resmi. Kalau ada orang mengatasnamakan petugas tidak menggunakan rompi seperti ini, itu berarti oknum," tegasnya.
Guna menjamin hak jemaah terpenuhi, PPIH telah menyiapkan alur pelaporan yang sistematis. Jemaah dapat melaporkan kendala atau perilaku tidak profesional petugas melalui aplikasi digital "Kawal Haji" maupun secara berjenjang melalui ketua regu hingga tingkat daker.
"Sepanjang persoalannya itu bisa ditangani di kloter maka bisa selesai permasalahan tersebut, namun jika harus sampai ke sektor nanti sektor yang akan mengatasi keluhan dari jamaah tersebut," lanjut Khalillurahman.
Persiapan fasilitas mulai dari konsumsi, akomodasi, hingga kesehatan dipastikan telah mencapai 100 persen. Untuk menyambut kedatangan perdana ini, petugas telah menyiapkan prosesi penyambutan yang hangat dan religius di hotel-hotel jemaah.
"Kita akan sambut insyaallah dengan selawat Badar sebagai ciri khas penyambutan sebagaimana ketika Baginda Rasulullah tiba di Kota Madinah," pungkasnya.
Leave a Reply