Pemprov Jateng Siapkan Pariwisata dan Ekonomi Syariah 2027

Pengembangan Pariwisata

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 29 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menyiapkan sektor pariwisata dan ekonomi syariah sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi daerah pada 2027. Langkah ini dilakukan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang dipatok pemerintah pusat di kisaran 5,6-7,4 persen, bahkan didorong menembus angka 8 persen.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (26/5). Forum itu dihadiri jajaran kepala daerah dan Forkopimda eks Karesidenan Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora (Jekuti-Banglor).

Target Pertumbuhan Ekonomi

Target pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada 2027 dipatok sebesar 8 persen. Pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sudah mencapai 5,89 persen. Penguatan sektor pariwisata dipilih karena dinilai memiliki efek berganda yang luas terhadap perekonomian masyarakat.

Selain menciptakan lapangan kerja, sektor pariwisata juga mampu menggerakkan UMKM, ekonomi kreatif, hingga investasi daerah. Berdasarkan data Pemprov Jateng, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada 2025 mencapai 5,37 persen. Salah satu penopangnya berasal dari sektor pariwisata, khususnya penyediaan akomodasi serta makan dan minum yang tumbuh hingga 10,60 persen.

Pengembangan Desa Wisata

Kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah juga terus meningkat dalam empat tahun terakhir. Pada 2022 kontribusinya sebesar 3,29 persen, naik menjadi 3,40 persen pada 2023, kemudian 3,56 persen pada 2024, dan mencapai 3,74 persen pada 2025.

Pemprov Jateng juga mendorong pengembangan desa wisata sebagai upaya pemerataan ekonomi berbasis potensi lokal. Kabupaten Kudus, Pati, Rembang, dan Blora, masing-masing ditargetkan membentuk 30 desa wisata baru, sedangkan Jepara menargetkan tiga desa wisata baru.

Wisatawan yang datang ke Jawa Tengah juga menunjukkan lonjakan signifikan. Pada 2022 jumlah wisatawan tercatat 46,6 juta orang, dan meningkat menjadi 74,4 juta orang pada 2025 atau naik sekitar 59,73 persen.

Ekonomi Syariah

Selain pariwisata, ekonomi syariah juga mulai diposisikan sebagai sektor strategis baru yang akan menopang pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah ke depan, seiring meningkatnya potensi industri halal dan wisata religi di berbagai daerah.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, mengatakan, pembangunan daerah harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan dan menekan angka pengangguran.

Dalam hasil Rakortekrenbang Wilayah Pengembangan Jekuti-Banglor, Kabupaten Kudus diproyeksikan menjadi pusat kunjungan wisata terbesar dengan target sekitar 3,7 juta wisatawan pada 2027. Kabupaten Rembang menargetkan hampir 3 juta kunjungan, Jepara sekitar 2,4 juta wisatawan, sementara Blora dan Pati masing-masing sekitar 1,2 juta dan 1,1 juta wisatawan.

Kabupaten Target Wisatawan 2027
Kudus 3.700.000
Rembang 3.000.000
Jepara 2.400.000
Blora 1.200.000
Pati 1.100.000

Dengan demikian, Pemprov Jateng berharap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dapat meningkat dan masyarakat dapat merasakan dampak positif dari pengembangan pariwisata dan ekonomi syariah.

About Cyrill Gerard 480 Articles
Di Makassar, Cyrill Gerard mengembangkan passionnya sebagai penulis sejak 2008, memulai dari blogger hobi yang observatif terhadap dinamika sosial media. Dalam waktu luang, ia menyukai mengoleksi piringan hitam dan menganalisis fenomena di dunia maya. Dengan latar belakang ini, Cyrill membangun identitas sebagai pengamat sosial yang tajam dan kreatif. Ia memadukan hobi dan minatnya untuk menciptakan konten menarik dan inspiratif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*