Situs Portal Berita Stiperamuntai – 22 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia memastikan terus berupaya memberikan perlindungan maksimal terhadap warga negara Indonesia yang menjadi korban pembajakan kapal di Somalia. Hal itu ditegaskan oleh Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas demi menjamin keselamatan para awak kapal di luar negeri.
Latar Belakang Pembajakan
Pernyataan tersebut merespons langkah Kementerian Luar Negeri yang sedang memantau kondisi empat WNI awak Kapal MT Honour 25. Menurut data Kemlu, seluruh kru WNI saat ini dalam kondisi sehat, logistik terpenuhi, dan gaji mereka tetap dibayarkan.
Saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026), Supratman menyatakan koordinasi antar-kementerian terus berjalan intensif.
Upaya Pembebasan
Supratman menjelaskan bahwa Kementerian Luar Negeri berada di garis depan dalam melakukan komunikasi dan diplomasi dengan berbagai pihak. Meski memiliki keterbatasan jalur resmi di wilayah tersebut, Kementerian Hukum akan tetap membantu semaksimal mungkin sesuai wewenang mereka.
Pemerintah menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap persoalan yang menimpa warga negaranya di luar negeri, termasuk kasus pembajakan ini.
Penanganan Krisis
Penanganan krisis ini dilakukan secara terpadu antar-lembaga di bawah arahan langsung dari Presiden. Pola koordinasi cepat seperti ini juga diterapkan pada berbagai kasus hukum atau kemanusiaan WNI lainnya di kancah internasional.
Hingga saat ini, proses negosiasi pembebasan sandera masih berlangsung dengan melibatkan pemerintah setempat dan manajemen kru di Somalia.
Keempat WNI yang berada di kapal tersebut diketahui berasal dari wilayah Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Mereka bekerja sebagai kru Kapal MT Honour 25 yang dibajak di perairan sekitar Hafun, Somalia, sejak April 2026.
Pemerintah melalui kementerian terkait juga telah menghubungi pihak keluarga korban untuk menyampaikan perkembangan informasi terkini secara berkala.
Leave a Reply