Situs Portal Berita Stiperamuntai – 15 Mei 2026 | Pemerintah saat ini fokus pada pembangunan jaringan kereta api nasional sebagai salah satu solusi untuk mengurangi kendaraan over dimension over loading (ODOL) di jalan nasional. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pengembangan jaringan perkeretaapian menjadi bagian penting dalam upaya mengatasi kendaraan ODOL.
Pengembangan Jaringan Kereta Api
AHY menjelaskan bahwa pengembangan perkeretaapian tidak hanya bertujuan menekan biaya transportasi logistik, tetapi juga mengurangi kepadatan jalan yang selama ini didominasi kendaraan berat dengan muatan berlebih. Pemerintah akan mengembangkan jaringan kereta api nasional yang terintegrasi untuk melayani mobilitas penumpang dan distribusi logistik.
Manfaat Pengembangan Jaringan Kereta Api
Pengembangan jaringan kereta api nasional diharapkan dapat menurunkan biaya logistik sekaligus mengurangi beban jalan raya, termasuk kendaraan ODOL yang sedang ditertibkan. Selain itu, sektor perkeretaapian dinilai lebih ramah lingkungan karena kontribusinya terhadap emisi karbon relatif kecil dibandingkan transportasi darat lainnya.
Investasi dan Pengembangan
Pemerintah menargetkan pengembangan dan reaktivasi jaringan rel hingga sekitar 14.000 kilometer secara bertahap menuju visi Indonesia 2045, dengan kebutuhan investasi diperkirakan mencapai Rp1.100 hingga Rp1.200 triliun. Pembiayaan pembangunan tersebut akan mengandalkan kombinasi APBN, APBD, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), serta investasi swasta dan luar negeri.
Dengan demikian, pengembangan jaringan kereta api nasional diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi kendaraan ODOL dan meningkatkan efisiensi distribusi logistik di Indonesia.
Leave a Reply