Situs Portal Berita Stiperamuntai – 03 Mei 2026 | Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan pelaksanaan Muktamar NU pada Agustus 2026 tetap mengacu pada mekanisme organisasi, sekaligus merespons aspirasi Ketua PWNU se-Indonesia.
Latar Belakang Muktamar NU
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengatakan usulan pelaksanaan Muktamar pada akhir Juli atau awal Agustus sejalan dengan hasil rapat pleno dan arahan Rais Aam PBNU. Menurutnya, PBNU saat ini fokus pada pemantapan teknis dan administrasi agar forum tertinggi organisasi tersebut berjalan tertib dan transparan.
Persiapan Muktamar
“Semua aspirasi kami tampung, dan pada prinsipnya sudah sejalan dengan keputusan pleno serta kebijakan Rais Aam,” ujar Gus Ipul di Jakarta. Ia menambahkan, panitia pelaksana yang telah dibentuk kini tengah bekerja memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan, termasuk kesiapan Munas, Konbes, hingga Muktamar.
Tahapan Muktamar
Selain itu, PBNU juga membentuk tim panel khusus untuk menyelesaikan persoalan surat keputusan (SK) kepengurusan. Tim tersebut diketuai Prof Mohammad Nuh dengan sekretaris Amin Said Husni. Gus Ipul menegaskan, pembentukan tim panel merupakan bagian dari upaya menjaga tata kelola organisasi tetap akuntabel menjelang Muktamar.
PBNU berharap seluruh rangkaian persiapan dapat berjalan lancar sehingga Muktamar tidak hanya menjadi forum formal, tetapi juga menghasilkan keputusan strategis bagi kemaslahatan organisasi. Dengan demikian, diharapkan Muktamar NU dapat menjadi ajang untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kinerja kepengurusan.
Leave a Reply