Situs Portal Berita Stiperamuntai – 02 Mei 2026 | Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB Akuatik) baru-baru ini mengambil keputusan untuk mengembalikan para atlet yang mengikuti program pemusatan latihan nasional (pelatnas) Asian Games 2026 ke klub masing-masing. Kebijakan ini diambil karena adanya keterbatasan anggaran yang hingga saat ini masih dalam proses pembahasan.
Latar Belakang Keputusan
Dampak Keputusan
Atlet pelatnas Asian Games 2026, Flairene Candrea Wonomiharjo, mengaku merasa kecewa dengan keputusan tersebut karena para atlet harus kembali berlatih di klub masing-masing akibat keterbatasan anggaran. Ia menilai bahwa keputusan ini akan berdampak pada kesiapan para atlet untuk menghadapi Asian Games 2026. Meskipun demikian, Flairene tetap optimis dan berharap bahwa keputusan ini tidak akan menghambat prestasi para atlet.
Upaya Mencari Solusi
Wisnu Wardhana menyebutkan bahwa PB Akuatik masih berupaya mencari solusi agar program pelatnas tetap dapat dilanjutkan demi menjaga peluang meraih prestasi pada Asian Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang. Ia menambahkan bahwa atlet yang tersisa dalam program tersebut merupakan peraih medali pada kompetisi sebelumnya, sehingga pihaknya berupaya mempertahankan mereka agar tetap mendapatkan pembinaan.
Kejurnas yang akan diadakan pada 28 April hingga 7 Mei di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, menjadi momentum penting bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka agar tetap layak mengikuti program pelatnas. Flairene sendiri sebelumnya meraih medali emas pada nomor 100 meter gaya punggung putri di SEA Games 2022 Vietnam serta medali perunggu pada nomor yang sama dalam SEA Games 2025 di Thailand.
Dengan demikian, PB Akuatik berharap bahwa para atlet dapat tetap fokus dan semangat dalam menghadapi tantangan yang ada, serta dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka pada Kejurnas dan Asian Games 2026.
Leave a Reply