Mengembangkan Jaringan Kereta Api untuk Meningkatkan Efisiensi Logistik dan Mengurangi Emisi

Mengembangkan Jaringan Kereta Api untuk Meningkatkan Efisiensi Logistik dan Mengurangi Emisi
Mengembangkan Jaringan Kereta Api untuk Meningkatkan Efisiensi Logistik dan Mengurangi Emisi

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 16 Mei 2026 |

Peran Strategis Kereta Api

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya peran strategis kereta api dalam menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi logistik nasional guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dalam rapat koordinasi Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional di Jakarta, Menko AHY menyebutkan kontribusi emisi kereta api di Indonesia tercatat kurang dari satu persen atau sekitar 0,6 persen, jauh lebih rendah dibandingkan moda transportasi darat lainnya.

Kontribusi Emisi Kereta Api

Sebaliknya, sektor transportasi darat secara keseluruhan menyumbang sekitar 89 persen terhadap total emisi, yang dipengaruhi oleh tingginya jumlah kendaraan serta ketergantungan masyarakat pada transportasi jalan. Menko AHY menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan menyeluruh dalam kebijakan transportasi, tanpa mengabaikan moda lain, namun tetap memaksimalkan potensi kereta api sebagai solusi pengurangan emisi nasional.

Alokasi Anggaran

Data yang dihimpun dari kementerian terkait menunjukkan alokasi anggaran untuk pembangunan dan preservasi jalan jauh lebih besar dibandingkan pembangunan rel kereta api dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023 misalnya, alokasi anggaran untuk jalan mencapai sekitar Rp86,9 triliun, sedangkan untuk pembangunan prasarana kereta api hanya sekitar Rp6,5 triliun sehingga memperlihatkan kesenjangan signifikan.

Tahun Alokasi Anggaran Jalan (Rp triliun) Alokasi Anggaran Kereta Api (Rp triliun)
2023 86,9 6,5

Pengembangan Jaringan Kereta Api

Menko AHY mendorong eksplorasi pengembangan jaringan kereta api, termasuk penambahan jalur di Sumatera yang saat ini masih jauh dari kebutuhan ideal berdasarkan jumlah penduduk maupun luas wilayah. Saat ini panjang jalur eksisting di Sumatera mencapai sekitar 1.871 kilometer, sementara kebutuhan tambahan berdasarkan populasi mencapai 7.837 kilometer dan bahkan lebih tinggi jika mempertimbangkan luas wilayah.

  • Pengembangan trase Banda Aceh hingga Besitang yang dinilai memiliki potensi strategis.
  • Pengembangan wilayah tersebut dinilai relevan karena berada di kawasan yang sedang menjalani rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sehingga dapat diintegrasikan dengan penataan ruang yang lebih berkelanjutan.
  • Pemerintah juga mendorong pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan yang saat ini masih 0 KM, serta pengembangan moda transportasi tersebut di wilayah Sulawesi yang saat ini baru mencapai 109 KM yang diproyeksikan membutuhkan 3.284 KM.

Pengembangan jaringan kereta api yang lebih luas dan efisien diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, mengurangi emisi karbon, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan demikian, peran strategis kereta api dalam mendukung pembangunan nasional semakin penting dan perlu terus dikembangkan.

About Cyrill Gerard 393 Articles
Di Makassar, Cyrill Gerard mengembangkan passionnya sebagai penulis sejak 2008, memulai dari blogger hobi yang observatif terhadap dinamika sosial media. Dalam waktu luang, ia menyukai mengoleksi piringan hitam dan menganalisis fenomena di dunia maya. Dengan latar belakang ini, Cyrill membangun identitas sebagai pengamat sosial yang tajam dan kreatif. Ia memadukan hobi dan minatnya untuk menciptakan konten menarik dan inspiratif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*