Introduction
Situs Portal Berita Stiperamuntai – 09 Mei 2026 | Setiap tahun, Indonesia memperingati Hari Transportasi Nasional pada tanggal 24 April. Namun, kondisi transportasi publik di 98 kota di seluruh tanah air masih mengalami stagnasi kebijakan yang mengkhawatirkan. Pakar Transportasi sekaligus Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Ilham Malik, menyatakan bahwa Indonesia saat ini mengalami krisis angkutan umum di 98 kota.
Penyebab Krisis Angkutan Umum
Ilham juga menyoroti bahwa penyebab stagnasi ini sebenarnya satu, yaitu tidak adanya titah dari Presiden. Jika Presiden memerintahkan reformasi transportasi dan menargetkan progres dalam setengah tahun, seluruh kementerian dan lembaga pasti akan bergerak.
Tantangan dan Solusi
Meski Jakarta telah menunjukkan kemajuan dengan integrasi moda transportasi dan promo tarif, Ilham menyoroti kondisi 97 kota lainnya di Indonesia yang dinilai masih jauh tertinggal. Ia mengkritik program bantuan bus dari pemerintah pusat di masa lalu yang dinilai gagal lantaran tidak disertai pendampingan berkelanjutan.
Ilham menekankan ada dua tantangan besar yang harus dijawab oleh Kementerian Perhubungan di bawah koordinasi Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pertama, soal transportasi perkotaan, yakni perlunya penyusunan kebijakan makro untuk 98 kota agar masyarakat beralih ke angkutan umum. Kedua, soal sistem logistik, yakni penghapusan praktik truk ODOL (Over Dimension Over Load) dan pengalihan angkutan barang ke moda kereta api guna menekan biaya logistik nasional.
Ilham berharap Kementerian Perhubungan lebih proaktif membawa dokumen strategis kepada Presiden, ketimbang hanya terjebak dalam penanganan agenda rutin tahunan seperti mudik Lebaran. Ia juga menekankan bahwa pelayanan transportasi di Indonesia saat ini masih sekadar melayani rute, bukan melayani mobilitas orang secara menyeluruh, termasuk aspek first mile dan last mile.
Kesadaran Masyarakat
Keresahan masyarakat juga tercermin dari pengalaman langsung para pengguna transportasi publik. Levi, seorang pengguna setia Transjakarta selama 12 tahun, mengeluhkan ketidakkonsistenan infrastruktur, seperti separator busway di jalan arteri yang kerap memicu kemacetan di titik-titik krusial seperti Mampang dan Cawang.
Ilham menyoroti bahwa hampir 60% penduduk Indonesia tinggal di kota. Jika pemerintah tidak segera melakukan intervensi, masyarakat akan terus bergantung pada kendaraan pribadi yang memicu pemborosan energi dan kemacetan parah.
Ilham menekankan bahwa kita butuh roadmap yang nyata. Jangan sampai Hari Transportasi Nasional setiap tahun hanya jadi seremoni tanpa progres kuantitatif yang bisa dilaporkan kepada publik.
| No | Kota | Kondisi Angkutan Umum |
|---|---|---|
| 1 | Jakarta | Memiliki integrasi moda transportasi dan promo tarif |
| 2-98 | Kota lainnya | Masih jauh tertinggal |
Leave a Reply