Kementan Minta Hilir Sawit Tak Tahan Pembelian, Kepala Daerah Diminta Awasi Harga TBS

Kondisi Harga Sawit Saat Ini

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 01 Juni 2026 | Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono mengatakan bahwa harga sawit saat ini seharusnya tidak mengalami tekanan signifikan karena tidak terdapat perubahan harga maupun permintaan di pasar internasional. Namun, harga tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah sentra produksi mengalami penurunan tajam.

Di Kalimantan Tengah, harga TBS turun dari Rp 3.483 menjadi Rp 3.163 per kilogram. Di Sumatera Selatan, harga TBS merosot dari Rp 3.577 menjadi Rp 2.722 per kilogram. Sementara di Jambi turun dari Rp 3.266 menjadi Rp 2.944 per kilogram, dan di Sumatera Utara dari Rp 3.299 menjadi Rp 2.899 per kilogram.

Langkah Kementan

Kementerian Pertanian (Kementan) meminta pelaku industri hilir sawit, terutama refinery dan eksportir, tetap melakukan transaksi perdagangan seperti biasa untuk mendorong pemulihan harga TBS sawit di tingkat petani.

Wamentan Sudaryono mengatakan bahwa aktivitas pembelian yang normal di tingkat hilir akan memberikan efek domino terhadap pembelian oleh pabrik kelapa sawit (PKS), sehingga harga pembelian TBS di tingkat petani dapat kembali mengikuti ketetapan daerah.

Selain itu, Kementan juga meminta kepala daerah mempercepat implementasi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 13 Tahun 2024 mengenai tata kelola penetapan harga TBS sawit.

Implementasi Permentan 13

Sudaryono mengatakan bahwa hingga kini baru sebagian provinsi yang menerapkan mekanisme penetapan harga TBS secara berkala dengan melibatkan pemerintah daerah, PKS, dan asosiasi petani.

Padahal, menurut dia, mekanisme tersebut penting untuk membentuk harga acuan yang adil dan sesuai kondisi pasar.

Karena itu, Kementan meminta gubernur, bupati, dan wali kota aktif memantau harga pembelian TBS di wilayah masing-masing dan memastikan PKS membeli sesuai harga yang ditetapkan.

Kepastian Kebijakan

Pemerintah menilai penurunan harga lebih dipicu faktor psikologis pasar akibat ketidakpastian terhadap mekanisme kebijakan baru tersebut.

Namun, pemerintah telah menegaskan bahwa DSI tidak mengambil keuntungan maupun membebankan biaya tambahan kepada petani dan pelaku usaha.

DSI hanya mengelola dan sekaligus mengawasi kegiatan ekspor sumber daya alam.

Dengan demikian, diharapkan harga TBS sawit dapat kembali stabil dan sesuai dengan ketetapan daerah.

About Nikolaj Møller 508 Articles
Dari kota dingin Malang, muncul seorang jurnalis muda yang tidak terduga - Nikolaj Møller, yang awalnya terjun ke dunia sastra tetapi malah tertarik dengan dunia berita. Di balik profesinya, ia memiliki hobi yang unik: mengoleksi tanaman hias dan menjelajahi langit malam untuk mempelajari astronomi. Karirnya yang dimulai sejak 2011 telah membawanya ke dalam berbagai petualangan menarik, dan siapa sangka seorang pecinta kata-kata akan jatuh cinta dengan dunia berita?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*