Situs Portal Berita Stiperamuntai – 09 Mei 2026 | Indonesia kembali berduka cita atas gugurnya seorang prajurit Indonesia dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Praka Rico Pramudia, seorang prajurit yang tergabung dalam kontingen Indonesia, mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat Kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.
Latar Belakang Insiden
Insiden ini terjadi ketika Praka Rico sedang menjalankan tugasnya sebagai bagian dari misi perdamaian UNIFIL. Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri RI, pemerintah Indonesia telah memastikan penanganan medis dilakukan secara cepat dan optimal sejak insiden tersebut terjadi. Namun, akibat luka berat yang dialami, nyawa Praka Rico tidak dapat diselamatkan.
Reaksi Pemerintah Indonesia
Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Praka Rico. Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyalami keluarga dari Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar saat menghadiri penghormatan jenazah personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam UNIFIL setibanya di VIP Room Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya pasukan pemelihara perdamaian (peacekeeper) Indonesia. Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Tindakan Lanjutan
Indonesia terus mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini. Pemerintah Indonesia juga terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat perlindungan bagi seluruh personel di lapangan, termasuk melalui evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan serta penguatan langkah mitigasi risiko di wilayah operasi UNIFIL.
Pemerintah Indonesia memastikan negara hadir untuk memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum atas pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia. Upacara militer dan persemayaman dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum jenazah diterbangkan ke daerah asal masing-masing.
Penghormatan Terakhir
Jenazah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon disambut melalui upacara militer dan persemayaman sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum diterbangkan ke daerah asal masing-masing. Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pemerintah hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada para pahlawan yang gugur dalam menjalankan tugasnya.
Dengan gugurnya Praka Rico, Indonesia sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk terus mendukung misi perdamaian PBB dan melindungi hak-hak serta keselamatan para peacekeeper di seluruh dunia.
Leave a Reply