HIPMI Dorong Hilirisasi Sawit untuk Perkuat Pangan RI

HIPMI Dorong Hilirisasi Sawit untuk Perkuat Pangan RI
HIPMI Dorong Hilirisasi Sawit untuk Perkuat Pangan RI

Pendahuluan

Situs Portal Berita Stiperamuntai – 06 Mei 2026 | Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mendorong percepatan hilirisasi kelapa sawit di sektor pangan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah industri. Ketua Bidang Pertanian sekaligus Ketua Satuan Tugas Pangan BPP HIPMI, M Hadi Nainggolan, mengatakan industri kelapa sawit memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi sekitar 280 juta penduduk Indonesia.

Keunggulan Kelapa Sawit

Kelapa sawit menghasilkan berbagai produk turunan di bidang pangan dan menjadi salah satu kekuatan utama dalam sistem pangan nasional. Menurut Hadi, kelapa sawit memiliki sejumlah keunggulan sebagai bahan baku pangan, antara lain harga yang kompetitif, produktivitas tinggi, pasokan stabil, serta fleksibilitas penggunaan dalam berbagai produk.

Potensi Hilirisasi

Ia menambahkan, luas perkebunan kelapa sawit Indonesia yang mencapai sekitar 17 juta hektare menjadi potensi besar yang perlu dioptimalkan. Berbeda dengan komoditas lain, kelapa sawit tidak bergantung pada musim sehingga produksinya relatif stabil sepanjang tahun. Kondisi ini memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menjaga keberlanjutan produksi.

Produk turunan sawit di sektor pangan meliputi minyak goreng, margarin, biskuit, cokelat, roti, hingga shortening. Pengembangan produk-produk tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus memenuhi kebutuhan konsumen akan kualitas dan stabilitas pangan.

Kolaborasi dengan BPDP

Untuk itu, HIPMI mendorong kolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) melalui program pangan dan hilirisasi yang telah berjalan. Kami mengajak BPDP untuk memperkuat program inkubasi skala industri di sektor pangan berbasis sawit, kata Hadi.

Hilirisasi sawit di sektor pangan dinilai berpotensi memberikan dampak positif, mulai dari peningkatan ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan daya saing produk nasional di pasar global. Namun di sisi lain, sejumlah pihak juga mengingatkan pentingnya aspek keberlanjutan, tata kelola lingkungan, serta diversifikasi sumber pangan agar tidak bergantung pada satu komoditas utama.

HIPMI menargetkan setiap provinsi memiliki setidaknya satu pelaku usaha yang terjun ke hilirisasi sawit di sektor pangan. Kita ingin ada pengusaha yang mampu mengolah sawit menjadi produk pangan bernilai tinggi, dari mentega hingga produk olahan lainnya, pungkasnya.

About Marcos Méndez 291 Articles
Dari Semarang, kota yang penuh dengan cerita, Marcos Méndez memulai petualangannya di dunia penulisan sejak 2014, sering membawanya keliling Indonesia untuk menyajikan liputan yang menarik. Sebagai seorang tech enthusiast, ia selalu menggabungkan teknologi dengan passionnya pada buku sejarah, menciptakan perspektif unik dalam setiap tulisannya. Dalam perjalanan karirnya, Marcos Méndez terus mengeksplorasi dan mencari inspirasi baru, membentuknya menjadi penulis yang dinamis dan kreatif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*