Situs Portal Berita Stiperamuntai – 04 Mei 2026 | Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, melakukan peninjauan terhadap pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Provinsi Lampung di Kabupaten Lampung Selatan, pada Minggu, 26 April 2026. Dalam peninjauannya, Gus Ipul menyatakan optimis bahwa proyek pembangunan tersebut akan selesai sesuai jadwal dan ditargetkan siap digunakan pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Latar Belakang Pembangunan Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari program pembangunan 104 sekolah permanen di berbagai daerah yang diperintahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Lahan untuk pembangunan disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung, sementara konstruksi dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan dananya berasal dari APBN.
Gus Ipul menyatakan rasa terima kasih dan kegembiraannya karena pembangunan berjalan dengan baik dan sesuai target. Ia juga menekankan bahwa pengerjaan pembangunan didukung oleh sekitar 600 pekerja tiap titik, sehingga sekitar 60 ribu pekerja saat ini sedang mengerjakan lebih dari 100 lokasi Sekolah Rakyat permanen di seluruh Indonesia.
Target Perluasan Akses Pendidikan
Pemerintah juga menargetkan perluasan akses pendidikan berkualitas melalui Sekolah Rakyat terus meningkat. Pada tahun sebelumnya, jumlah siswa yang mengikuti Sekolah Rakyat hampir mencapai 16 ribu siswa. Pada tahun 2026, jumlah peserta didik ditargetkan bertambah lebih dari 30 ribu siswa, sehingga totalnya melampaui 45 ribu siswa.
Lebih lanjut, Gus Ipul menyatakan bahwa pada tahun depan, jumlah siswa Sekolah Rakyat akan bertambah lagi sekitar 60 ribu, sehingga totalnya akan lebih dari 100 ribu siswa. Pada tahun 2027, diharapkan dapat menambah lebih dari 90 ribu siswa lagi, sehingga pada tahun 2028, jumlah siswa yang mengikuti proses belajar-mengajar di Sekolah Rakyat akan lebih dari 200 ribu siswa.
Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat di Masa Depan
Ke depan, pemerintah menargetkan setiap kabupaten memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat. Jika lahan disiapkan oleh pemerintah kabupaten/kota, sekolah akan memprioritaskan warga setempat. Sementara itu, jika lahan disediakan oleh pemerintah provinsi, siswa dapat berasal dari berbagai kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Gus Ipul optimis bahwa pembangunan di Lampung akan selesai tepat waktu, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dimulai sesuai rencana. Ia menegaskan bahwa sampai saat ini, proyek pembangunan masih sesuai target dan diharapkan selesai pada Juni 2026.
Pembangunan Sekolah Rakyat Kotabaru di Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, terus berjalan dengan progres fisik mencapai 35,52 persen. Proyek ini dikerjakan selama 188 hari kalender, mulai 15 Desember 2025 hingga target rampung 20 Juni 2026, dengan melibatkan 677 pekerja.
Sekolah Rakyat permanen ini memiliki luas total bangunan 29.991 meter persegi dan luas dasar bangunan 17,804 meter persegi, serta area terbuka 77.674 meter persegi. Kawasan ini ditata dengan koefisien dasar bangunan 18,65 persen, luas bangunan 0,31 persen, dan ruang dasar hijau 69,56 persen. Pembangunan dibagi dalam lima zona agar berjalan efektif dan terukur.
Setelah rampung, sekolah ini ditargetkan menampung 1.080 siswa dalam 36 kelas, masing-masing berkapasitas 30 siswa dengan jenjang SD, SMP, dan SMA.
Leave a Reply